BREAKING NEWS
 

Panggil Menteri Ke Istana, Prabowo Soroti PHK Dan Pangan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Selasa, 4 Maret 2025 08:06 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan keterangan pers mengenai Sritex. (Foto: YouTube Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari pertama kerja di bulan Puasa, Presiden Prabowo Subianto menyoroti 2 isu utama yang sedang hangat. Pertama, PHK pasca ditutupnya PT Sritex. Kedua, stabilitas harga pangan. Sejumlah menteri dipanggil Presiden ke Istana untuk membahas 2 masalah itu.

Mula-mula Prabowo memanggil pejabat yang berkaitan dengan PHK di PT Sritex. Mereka yang dipanggil di antaranya ; Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Hadir juga pihak kurator dan serikat kerja Sritex. 

Mereka dipanggil untuk mendengarkan langsung arahan dari Presiden soal PHK terhadap ribuan buruh Sritex. Hampir 1 jam Presiden memimpin rapat soal PHK.

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden meminta para menteri mengupayakan jalan keluar bagi para karyawan Sritex yang terkena PHK. 

"Bapak Presiden sangat concern mencari jalan keluar, berkenaan dengan persoalan yang menimpa para pekerja di PT Sritex," kata Prasetyo dalam konfrensi persnya, usai rapat di Istana Negara, Senin (3/3/2025).

Dia mengungkapkan, beberapa kali Presiden memberikan pengarahan kepada para menteri agar permasalahan yang menimpa Sritex sejak diputuskan pailit pada Oktober 2024, segera ditangani. Apalagi, ada ribuan karyawan yang kena PHK karena tutupnya PT Sritex.

Baca juga : Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo, dari Narasi Menjadi Nyata

"Sekian karyawan agar bisa kembali bekerja dengan skema baru. Artinya PT Sritex akan tetap bergerak di bidang tekstil," jelas Prasetyo.

Pada kesempatan yang sama, Menaker Yassierli mengapresiasi peran dari kurator. Kata dia, kurator telah memastikan bahwa  dalam 2 minggu ke depan mantan pekerja Sritex dapat dipekerjakan kembali.

"Hal ini tentu bisa memberikan ketenangan kepada para pekerja yang terkena PHK," ujarnya.

Menurut Yassierli, Pemerintah akan memastikan seluruh hak pekerja Sritex Group tetap terpenuhi, termasuk kompensasi PHK dan berbagai hak normatif lainnya. Selain itu, eks pekerja juga dijamin mendapatkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Adsense

"Termasuk jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kehilangan pekerjaan atau JKP dapat terpenuhi. Sehingga diharapkan JHT dan JKP tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh para pekerja,” tambah Yassierli.

Sementara itu, Anggota Tim Kurator PT Sritex  Nurma Sadikin mengatakan, pihaknya telah membuka opsi penyewaan alat berat sebagai bagian dari upaya menjaga nilai aset dan meningkatkan harta pailit. Opsi ini juga membuka peluang bagi eks pekerja Sritex untuk kembali bekerja.

Baca juga : Penjualan Mobil Rontok, Menperin Minta Produsen Turunkan Harga

“Sudah ada juga investor yang menghubungi kurator dan kita sudah dalam proses komunikasi. Dalam 2 minggu ini kurator akan memutuskan siapa investor yang akan menyewa terhadap aset Sritex,” jelas Nurma.

Ia menambahkan, investor yang akan menyewa aset berpotensi mempekerjakan kembali mantan karyawan Sritex. Namun, status pekerjaan mereka masih bersifat sementara hingga ada pemenang lelang aset perusahaan.

Sementara itu, Koordinator Serikat Pekerja Sritex Slamet Kaswanto meluapkan kegembiraannya usai Sritex dipastikan akan kembali beroperasi. "Beberapa teman serikat pekerja di masing-masing perusahaan yang terdampak akan kami informasikan terkait kabar baik, kabar gembira ini,” ucap Slamet. 

Menurut Slamet, kepastian ini menjawab harapan seluruh pekerja Sritex Group yang berkeinginan agar pabrik dapat kembali beroperasi dan menampung rekan-rekannya yang terkena PHK karena kasus kepailitan. Slamet lantas mengapresiasi respons cepat Pemerintah karena telah mencarikan jalan keluar.

"Dalam rapat koordinasi hari ini kami mendengar secara langsung bahwa untuk pembukaan kembali PT Sritex itu akan diputuskan dalam dua minggu ke depan,” cetus dia. 

Setelah urusan PHK, Prabowo melanjutkan rapat membahas soal pangan. Sejumlah menteri dipanggil. Yakni Menko Pangan Zulkifli Hasan,  Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Baca juga : Pesan Mega untuk Prabowo: Semoga Retreat Kepala Daerah Berjalan Lancar

"Kami akan bahas harga pangan di bulan suci Ramadan. Sesuai BPS (Badan Pusat Statistik), alhamdulillah pengumuman BPS tadi produksi kita Januari sampai April, angka sementara itu tertinggi selama tujuh tahun," ungkap Amran sebelum rapat.

Amran mengatakan harga beras di tingkat konsumen sedang turun, tapi harga cabai mengalami sedikit peningkatan. Berdasarkan pantauan harga melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Senin (3/3/2025), harga cabai rawit rata-rata secara nasional mencapai Rp 103.600 per kilogram, atau meningkat sebesar 28 persen.

Senada dengan Amran, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa rapat membahas pangan secara keseluruhan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense