RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza optimistis, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menarik pabrik-pabrik yang direlokasi dari China. Hal ini menyusul tren relokasi industri akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
“Ya, pada dasarnya peluangnya masih sangat besar,” ujar Faisol Riza saat menanggapi isu relokasi 630 pabrik dari China ke Vietnam di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Baca juga : Menguat, Sinyal Paus Fransiskus Tak Akan Mundur Dari Vatikan
Menurutnya, kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump, terutama terkait tarif dan resiprokal perdagangan, akan berdampak signifikan pada kawasan industri di Asia Tenggara, termasuk Vietnam.
“Vietnam ini trade balance-nya besar dengan Amerika, jadi tentu kebijakan resiprokal ini akan berpengaruh banyak. Saya kira ini juga akan menjadi masukan buat para pengusaha yang mau relokasi untuk berpikir ulang,” jelas Politisi PKB ini.
Baca juga : Tol MBZ Tak Bisa Dilalui Tronton Hingga Kontainer
Faisol menilai, relokasi pabrik ke Vietnam bisa menjadi langkah yang kurang menguntungkan bagi perusahaan jika kebijakan resiprokal Amerika benar-benar diterapkan. Hal itu karena Vietnam yang memiliki neraca perdagangan besar dengan AS juga bisa terkena dampak kebijakan tersebut.
“Kalau mereka membuat atau merelokasi pabriknya ke Vietnam, itu kurang lebih sama saja dengan mereka tidak relokasi. Kalau kebijakan resiprokal ini betul-betul sudah bisa dijalankan oleh pemerintahan Trump,” tambahnya.
Baca juga : UI Sebut Tuntutan Pembatalan Disertasi Bahlil Tidak Tepat, Ini Penjelasannya
Dengan dinamika global ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan relokasi industri. Pemerintah pun terus mendorong kebijakan yang mendukung investasi agar Indonesia menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang ingin merelokasi pabriknya dari China.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.