BREAKING NEWS
 

Libur Lebaran, STIS Tetap Layani Peserta Pelatihan Vokasional

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 1 April 2025 22:50 WIB
Foto: Kemensos.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kenyamanan para penghuninya yang tidak mudik. 

"Kita pelayanannya 24 jam, di sini ada yang stayed (tinggal)," kata Pembina Asrama Vokasional Putra, Rudi Febriyanto, saat ditemui di STIS, Bogor, beberapa waktu lalu.

Rudi menyebutkan dari total 55 penghuni asrama, sebanyak 20 orang yang berdomisili di Jabodetabek akan pulang ke rumah masing-masing untuk merayakan Lebaran. Sementara sebanyak 35 penghuni lainnya, akan tetap tinggal di asrama.

Para penghuni asrama di antaranya merupakan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan pelatihan vokasional selama 6 bulan di STIS. Mereka menginap selama 6 bulan hingga akhirnya siap disalurkan untuk bekerja.

"Sekitar 35 orang masih di sini, rumah mereka jauh, ada yang di Padang, Aceh, Bengkulu, dan Palembang," ungkapnya.

Rudi menjelaskan, selain karena jarak rumah yang jauh, mereka memutuskan tidak pulang karena mempertimbangkan biaya perjalanan yang relatif mahal.

Baca juga : Libur Lebaran 2025, Jasa Marga Catat 1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Untuk memastikan penghuni yang tidak pulang merasa nyaman dan bahagia, STIS telah menyiapkan berbagai kegiatan.

"Seperti takbiran dan shalat Id berjemaah," tutur Rudi.

Selain itu, STIS memperbolehkan orangtua atau saudara penghuni untuk berkunjung dan menginap di asrama. Rudi berusaha membuat penghuni merasa berada di rumah sendiri.

"Kami berusaha untuk membuat mereka merasa tidak sendirian dan tetap dapat merayakan hari raya dengan nyaman," ucapnya. 

Rudi mengaku sejak awal sudah menginformasikan kepada peserta pelatihan bahwa vokasional dilaksanakan bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran. Para peserta pun bersedia. Orangtua juga memberikan izin.

Adsense

Saat Idul Fitri, Rudi akan memandu penghuni untuk shalat Id berjemaah ke masjid. Para peserta yang semuanya merupakan penyandang disabilitas, butuh pendampingan.

Baca juga : Masa Angkutan Lebaran 2025, KAI Berangkatkan Lebih Dari 2 Juta Pemudik

"Ada yang menggunakan alat bantu kursi roda, tongkat. Habis dari masjid, kita kawal lagi," beber Rudi. 

Selepas shalat,  STIS biasanya akan menggelar berbagai kegiatan untuk mengusir kepenatan. Mulai dari olahraga, hingga nonton bareng alias nobar.

Bila ada keluarga yang ingin mengajak pergi, maka mereka diperbolehkan, dengan syarat mengisi surat izin.

"Kalau jalan-jalan sendiri tidak diizinkan, takut ada apa-apa. Mereka tanggung jawab kita di sini," tegasnya. 

Sebagai kepala asrama, Rudi dituntut untuk bekerja 24 jam. Ketika ada peserta vokasional yang sakit, misalnya, ia juga harus merawat dan memeriksakannya ke dokter.

"Kadang kalau mereka punya penyakit bawaan, agak bingung juga sih, kita biasanya lapor ke perawat dan konsultasi ke dokter," ucapnya. 

Baca juga : Hari Pertama Lebaran, Stasiun Whoosh Tetap Dipadati Penumpang

Meski begitu, ia mengaku sudah menganggap penghuni asrama STIS sebagai keluarga. Ia ikut senang saat mereka sukses, dan sebaliknya, ikut sedih saat mereka sakit.

"Kebetulan saya selain pembinaan, juga mengajar call center," jelas Rudi. 

Beruntung, keluarga Rudi memahami pekerjaannya melayani peserta vokasional penyandang disabilitas selamat 24 jam.

Saat momen Lebaran, keluarganya yang berada di kampung halaman sudah cukup puas melepas rindu lewat sambungan video call. 

"Waktu awal-awal bekerja sedih juga, tapi ini kan tugas, istilahnya amanah yang diberikan pimpinan, kita jalankan. Kadang, anak dan istri saya yang ke sini," kisah Rudi, menutup perbincangan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense