BREAKING NEWS
 

Terima Dubes AS, Menko Airlangga Bahas Tarif Impor Trump Dan Kerja Sama Dagang

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 9 April 2025 13:34 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Dubes AS H.E Kamala S. Lakhdhir. (Foto: dok Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Republik Indonesia, H.E. Kamala S. Lakhdhir, pada Selasa (8/4/2025). Pertemuan membahas  tarif impor Amerika serta peluang penguatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

Melalui pertemuan ini, Airlangga menyatakan komitmen Pemerintah untuk menempuh jalur diplomasi dan tidak melakukan tindakan retaliasi terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif impor 32 persen untuk produk Indonesia.

“Indonesia akan mengedepankan jalur negosiasi dan tidak melakukan tindakan retaliasi, sejalan dengan negara ASEAN lainnya. Negosiasi kita upayakan dengan revitalisasi Indonesia-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang sudah berlaku sejak 1996,” ujar Airlangga.

Baca juga : Bursa Saham Merah Membara, IHSG Nyungsep 9 Persen, Tarif Trump Jadi Biang Kerok

Sebagai bentuk respon strategis, Pemerintah Indonesia akan mengambil beberapa langkah seperti deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs), relaksasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sektor ICT dari perusahaan AS seperti GE, Apple, Oracle, dan Microsoft, serta mempercepat proses sertifikasi halal.

Adsense

Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia tengah menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal guna mendorong impor produk asal AS dan menjaga daya saing produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika, tetap dengan mempertimbangkan kepentingan nasional.

Menutup pertemuan, Airlangga menegaskan pentingnya kerja sama dagang yang sehat dan berimbang antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Kami percaya bahwa dengan mengedepankan dialog dan sinergi yang baik, kedua negara dapat bekerja sama untuk menciptakan hubungan dagang yang seimbang dan saling menguntungkan,” pungkasnya.

Baca juga : RI Kena Tarif Impor Tinggi AS, Industri Pulp Dan Kertas Terancam!

Menanggapi hal itu, Dubes Kamala menyatakan komitmen Kedutaan Besar AS di Jakarta dalam memfasilitasi proses komunikasi dan negosiasi yang akan ditempuh Pemerintah Indonesia.

“Kami telah berkomunikasi dengan Secretary of Commerce dan USTR terkait rencana negosiasi ini. Kami siap mengatur pertemuan dengan pihak-pihak strategis lainnya jika diperlukan,” ujar Dubes Kamala.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, serta Deputi Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense