RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mewanti-wanti para pelaku usaha industri yang berada di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) untuk menjaga kualitas udara pada saat musim kemarau. Musim kemarau diprediksi tiba pada akhir April atau awal Mei.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kualitas udara di Jabodetabek cenderung memburuk pada saat musim kemarau dan memerlukan perhatian dari kawasan industri.
“Biasanya, indikator stasiun kualitas udara kita langsung merah,” kata Hanif, usai memberikan arahan kepada para pelaku usaha industri se-Jabodetabek dan Karawang untuk mencegah polusi udara saat musim kemarau di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Hanif menuturkan, berdasarkan hasil penelitian dari World Bank, ada 5 komponen utama sumber polutan pencemar udara di Jabodetabek dan sekitarnya, yakni penggunaan BBM yang berasal dari alat transportasi kendaraan bermotor, polusi dari pembakaran ketel uap yang dihasilkan dari pabrik-pabrik industri.
Baca juga : Kamhar Lakumani: Harapannya, Silaturahmi Kebangsaan Lanjut Terus
Kemudian, pembakaran terbuka, konstruksi bangunan dan aerosol atau polutan yang berputar di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Eks Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan ini mengaku, punya empat jurus jitu yang akan digencarkan untuk memerangi polusi udara selama musim kemarau.
Pertama, meningkatkan pemantauan kualitas udara. Menurutnya, Pemerintah akan memperkuat pemantauan terhadap kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya.
Hal ini termasuk pengawasan terhadap emisi dari kawasan industri, serta penerapan teknologi pemantauan yang lebih baik.
Baca juga : Demokrat Puji Sikap Prabowo
Kedua, penataan pembuangan air limbah industri. Hanif melihat, hampir seluruh sungai di Jakarta mengalami pencemaran sedang hingga berat akibat limbah industri.
“Relatif banyak yang berat, terutama pada 13 sungai utama di Jakarta,” ungkapnya.
Untuk itu, penegakan hukum terkait pembuangan limbah harus diperketat agar tidak ada lagi pencemaran lebih lanjut.
Ketiga, penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Baca juga : Mentan: Ada Dampak Tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan
“Kami minta kontrol lebih lanjut terhadap pengelolaan limbah B3 seperti lampu-lampu bekas dan bahan beracun lainnya,” jelasnya.
Keempat, pengelolaan sampah di kawasan industri. Hanif menegaskan, saat ini pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemerintah.
Hal ini mencakup pengelolaan sampah di tingkat kawasan industri agar tidak menambah beban pencemaran lingkungan.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku akan melakukan operasi modifikasi cuaca di Jakarta dan sekitarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.