RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Gerakan Menanam Padi serentak di Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025). Dalam acara tersebut, Presiden ikut tanam benih di area persawahan pake drone. Cepatnya proses penanaman, membuat Presiden optimis Indonesia akan jadi lumbung pangan dunia.
Gerakan Menanam Padi Serentak 14 provinsi digelar di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Presiden tiba di lokasi persawahan pada pukul 10.46 WIB, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran Kepala Negara disambut langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, serta ulama kondang Ustad Adi Hidayat.
Setibanya di persawahan, Presiden Prabowo mendapat kesempatan menebar benih menggunakan drone, didampingi oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mentan Andi Amran Sulaiman, serta seorang ahli teknologi pertanian. Dengan serius, Prabowo memperhatikan setiap arahan teknis saat mengoperasikan remote pengendali drone.
Begitu tombol remote dikendalikan, drone langsung bergerak mengitari area sawah, menebarkan benih secara otomatis dan merata. Teknologi ini disebut mampu mempercepat proses tanam padi secara signifikan.
Usai demonstrasi, Presiden menyapa kelompok-kelompok petani yang hadir secara daring di berbagai daerah, bersama kepala daerah setempat. Presiden menuturkan pengalamannya pertama kali menebar benih padi menggunakan drone. Menurutnya, penggunaan teknologi ini membuat kerja petani jadi lebih cepat.
Baca juga : Pengawasan Pelaksanaan MBG Harus Ditingkatkan
“Kalau pakai tenaga manusia 1 hektare bisa 25 hari kerja. Sekarang dengan drone, 1 hari bisa 25 hektare,” kata Prabowo dengan nada bangga.
Presiden menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia berharap penggunaan teknologi seperti drone dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat modernisasi pertanian Indonesia. Dengan begitu, petani Indonesia ke depan bisa hidup lebih bahagia.
“Bisa punya rumah bagus, punya mobil, karena mereka memang harus punya. Anaknya sekolah bagus. Dididik. Saya sangat senang tiap kali melihat suatu keberhasilan yang nyata,” ujar Prabowo, penuh semangat.
Presiden menjamin pemerintahannya akan berupaya memaksimalkan hasil kekayaan alam Indonesia untuk rakyat. "Yang sekarang penting adalah pemerataan kekayaan bangsa harus dirasakan seluruh bangsa Indonesia," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Mantan Menteri Pertahanan itu optimis program swasembada pangan dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. "Sekarang saja kita sudah bisa bantu negara lain, bantu saudara kita dari segi kemanusiaan, dan ini suatu kebanggaan bagi saya. Saya jadi Presiden sebuah negara yang bukan minta-minta, tapi membantu saudara-saudara," tegasnya.
Presiden juga mengimbau kepada para kepala daerah untuk terus meningkatkan produksi pangan di wilayahnya masing-masing. Sebab, kunci negara kuat salah satunya adalah menjamin keberlangsungan pertanian.
Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir
"Pokoknya, lanjutkan perjuangan. Lanjutkan perjuangan. Ingat, negara yang kuat adalah negara yang pertaniannya kuat, yang petaninya makmur," tekannya.
Di kesempatan sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) optimis, Indonesia bisa swasembada beras dalam waktu dekat. Alasannya, produksi beras pada 2025 diproyeksikan bakal meningkat.
"Ini baru April. Smpai akhir April stok beras kita di atas 3 juta ton. Artinya apa? artinya sampai 2026 kalau normal saja kita tidak perlu impor lagi," jamin Menko Zulhas.
Menurut Zulhas, jika gerakan menanam sekaligus perbaikan irigasi dijalankan berbarengan, maka akan memberikan dampak positif terhadap stok pangan nasional. "Kemudian tahun ini juga menurut BMKG tidak akan ada kemarau yang panjang, maka saya meyakini produksi beras kita akan berlimpah. Jadi kita akan panen besar tahun ini," sambung Ketua Umum PAN itu.
Eks Ketua MPR ini mengungkapkan, Pemerintah tengah berupaya mencetak lahan sawah baru di sejumlah daerah. Namun, hal itu masih membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun mendatang. "Pasti akan menghasilkan," yakinnya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, target tanam di bulan April mencapai 1,3 juta hektare. Dengan target itu, proyeksi hasil sebesar 7,5 juta ton gabah atau setara 3,5 sampai 4 juta ton setara beras. Angka tersebut jauh di atas kebutuhan bulanan nasional yang berkisar di 2,5 juta ton.
Baca juga : Di Saat Negara Tetangga Kesulitan, Alhamdulillah Kita Tidak Kekurangan Beras
“Khusus Sumatera Selatan, tahun lalu produksinya mencapai 2,9 juta ton. Tahun ini kita optimistis bisa mencapai 3,7 juta ton. Ini bukan hanya target, tapi berdasar realita dan tren positif serapan serta produksi,” ujar Mentan Amran.
Amran menegaskan, serapan beras nasional hingga April ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Begitu pula stok beras nasional yang tembus 3 juta ton menjadikan angka tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
“Dalam program ini, Pemerintah juga telah memperbaiki irigasi di seluruh Indonesia dengan cakupan hingga 2 juta hektare lahan sawah, yang akan semakin mendukung keberhasilan tanam dan produktivitas petani,” pungkas Amran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.