Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hindari Terulangnya Kasus Keracunan
Pengawasan Pelaksanaan MBG Harus Ditingkatkan
Kamis, 24 April 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus keracunan makanan yang dialami anak didik di sejumlah daerah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi pelajaran Pemerintah. Pentingnya memperketat pengawasan standar operasional pelaksanaan program MBG agar penerima manfaat bisa mendapat makanan berkualitas.
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta semua pihak yang menjalankan program MBG memprioritaskan kualitas dan keamanan makanan. Dengan begitu, kasus keracunan makanan yang dialami peserta didik bisa dihindari dan tidak kembali terjadi.
Netty menduga, sejumlah kasus keracunan makanan di daerah, seperti di Batang hingga Cianjur, terjadi lantaran standar pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut belum maksimal.
Baca juga : Parlagutan Harahap Terbukti Jual Beli Suara
Sebab itu, dia mendorong perbaikan di sektor tersebut, memastikan implementasi MBG benar-benar berkualitas, tepat sasaran dan mampu menghadirkan generasi emas Indonesia.
“Kualitas dan keamanan makanan untuk anak-anak harus jadi prioritas utama. Pengawasan terhadap keseluruhan standar operasional harus dilakukan dengan cermat, agar bantuan Pemerintah tak berubah menjadi musibah,” ujar Netty dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/4/2025).
Dia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelaksanaan Program MBG. Di antaranya, memperbaiki mekanisme pengawasan lapangan, menghadirkan standar penyediaan makanan yang aman dan bergizi, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pencairan dana.
Baca juga : Buntut Suap Vonis Lepas Perkara CPO, 60 Hakim Dipindah Ke Luar Jakarta...
“MBG harus dipahami sebagai program yang membangun generasi unggul di masa depan. Sebab itu, program MBG membutuhkan dedikasi, kesungguhan, dan dukungan dari semua pihak. Sebagai leading sector, BGN harus memastikan hal itu terwujud,” cetusnya.
Meski begitu, Netty juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola dapur MBG, yang tetap berkomitmen meneruskan kerja sama meski masih ada kendala dalam proses pembayaran dan operasional lainnya.
“Semangat pengabdian dan dedikasi mitra BGN menjalankan program ini harus memicu semua pihak menjalankan tugas dengan baik,” imbaunya.
Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir
Terpisah, Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya dugaan kasus keracunan makanan di daerah, terbaru di Kabupaten Cianjur.
Menurut dia, pihaknya sudah mengambil tindakan dengan mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Sampel MBG yang dimasak Senin 21 April 2025 telah dikirim ke labkesda provinsi setempat. Kami masih menunggu hasil sampel yang sudah dikirimkan. Nanti kami akan update informasinya, setelah hasil laboratorium keluar,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya