RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat dan daerah bersinergi mendorong kemajuan pariwisata nasional lewat ajang internasional “Sail to Indonesia 2025”. Kegiatan reli kapal layar atau yacht rally terbesar di dunia ini digadang-gadang menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri TB Chaerul Dwi Sapta menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia menyebut “Sail to Indonesia” sebagai momentum strategis yang mampu membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
“Pariwisata adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan pendekatan yang berkualitas dan berkelanjutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor ini akan jadi unggulan nasional,” tegas Chaerul, dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).
Baca juga : Terbitkan Permen Baru, Pemerintah Permudah MBR Beli Rumah Subsidi
Sejalan dengan itu, Sail to Indonesia 2025 akan kembali digelar mulai Juli hingga Oktober. Reli layar internasional ini sudah berlangsung tanpa jeda selama dua dekade dan melibatkan pelayar dari lebih dari 20 negara. Tahun ini, sekitar 70-100 kapal yacht dari Australia, Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan negara lainnya akan melintasi 21 destinasi dari timur ke barat Indonesia, serta mengarungi 90% wilayah perairan nusantara.
Promotor Director Sail to Indonesia 2025 Rossariyanti Syam menuturkan, kegiatan ini tak hanya memperkuat konektivitas maritim internasional, tapi juga membawa manfaat ekonomi nyata bagi daerah pesisir.
“Yachters rata-rata tinggal empat hari di setiap destinasi dan membelanjakan sekitar Rp 1 juta per hari per orang. Ini peluang besar bagi ekonomi lokal,” ujarnya.
Baca juga : Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Pemerintah mendorong partisipasi aktif dari daerah untuk menyambut kedatangan para pelayar dengan welcome ceremony yang menampilkan kekayaan budaya lokal dan kuliner khas. “Tak perlu mewah, yang penting orisinal dan membaur dengan warga,” tambah Rossariyanti.
Sementara itu, International Yacht Rally Organizer Raymond T Lesmana, menjelaskan pelayar asing kerap mengeluarkan biaya cukup besar untuk pengalaman kuliner, tur darat, hingga perbaikan teknis kapal.
“Ini adalah promosi destinasi yang paling terjangkau, tapi mampu menjangkau dunia. Indonesia punya potensi menjadi The Best Sailing Ground on Earth,” kata Raymond.
Baca juga : Jojo Dan Gregoria Andalan Buru Trofi Piala Sudirman
Melalui Sail to Indonesia, pemerintah berharap pariwisata bahari bisa naik kelas sebagai sektor strategis yang tangguh dan berdaya saing, membuka jalan bagi semakin banyak wisatawan mancanegara mengenal keelokan nusantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.