BREAKING NEWS
 

Siapkan 2 Jurus Perkuat Ketahanan Energi

Bahlil Genjot Teknologi CCS Dan Tertibkan Blok Mangkrak

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 22 Mei 2025 07:35 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok, Kementerian ESDM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan dua jurus andalan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pertama, menggenjot pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Kedua, menertibkan 10 blok migas mangkrak yang tak kunjung diproduksi meski sudah mengantongi izin.

Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Tangerang, Rabu (21/5/2025).

“Indonesia itu punya harta karun yang namanya CCS. Ini potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk transisi menuju energi hijau,” ujarnya.

Baca juga : Indonesia Siap Susun Agenda Pembangunan Adil Berkelanjutan

Menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini, cadangan penyimpanan karbon Indonesia adalah yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Saat ini, dua perusahaan raksasa dunia, British Petroleum dan ExxonMobil, bahkan sudah memanfaatkan fasilitas CCS di Indonesia.

“Nah, kebetulan Allah memberikan hadiah, kita salah satu negara di dunia dengan cadangan CCS terbesar,” ucapnya.

Bahlil mengatakan, pemerintah bakal memberikan dukungan regulasi dan insentif bagi investor yang ingin masuk lebih awal ke sektor CCS. Mereka yang lebih cepat masuk akan diberikan relaksasi atau insentif tambahan, yang disebut Bahlil sebagai sweetener.

Baca juga : Diingatkan Mendagri, Daerah Tidak Dukung Kopdes Akan Disanksi

“Tapi kalau barang ini sudah booming baru masuk, sweetener- nya tidak akan sebaik sekarang. Ini agak promosi dikit,” selorohnya.

Potensi penyimpanan karbon di Indonesia, menurut data Kementerian ESDM, mencakup 572,77 gigaton pada saline aquifer dan 4,85 gigaton pada depleted oil and gas reservoir.

Potensi ini disebut dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat regional penyimpanan karbon. Selain mengandalkan CCS, Bahlil menyoroti perlunya peningkatan produksi migas nasional.

Adsense

Baca juga : Di DPRD Kota Makassar, Partai Ka’bah Terbelah

Dia mengatakan, saat ini ada 10 Wilayah Kerja (WK) migas yang mangkrak meski sudah mengantongi Plan of Development (PoD) atau persetujuan Rencana Pengembangan.

Saat ini ada 10 WK yang sudah PoD, tapi mangkrak, KKKS-nya (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tidak menjalankan. Padahal, 10 WK tersebut berpotensi menambah 31.300 barel minyak per hari (bph) ke produksi nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense