Dark/Light Mode

Resahkan Masyarakat Dan Hambat Perekonomian

Sikat Premanisme Sampai Tuntas Dan Berkelanjutan

Kamis, 22 Mei 2025 06:50 WIB
Anggota DPRD DKI Hilda Kusuma Dewi. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota DPRD DKI Hilda Kusuma Dewi. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya memberantas praktik premanisme di Jakarta diharapkan tidak hanya pada momen tertentu saja. Namun dilakukan rutin dan berkelanjutan sampai tuntas. Sebab, kejahatan itu selama ini meresahkan masyarakat dan mengganggu iklim investasi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menindak premanisme hingga ke akar-akarnya.

“Segala bentuk premanisme harus segera diberantas. Siapa pun orangnya, walaupun pelaku­nya merasa punya bekingan,” pinta Anggota DPRD DKI Hilda Kusuma Dewi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).

Baca juga : Patung Untuk De Bruyne

Hilda mendorong, Pemerintah Pusat, Daerah dan pemangku kepentingan lain berkoordinasi untuk membasmi premanisme. Jika premanisme sudah diatasi, secara otomatis akan meng­hilangkan rasa takut dan kha­watir warga.

Untuk dapat menindak pre­man dari skala kecil hingga besar, menurut Hilda, perlu dibuat peraturan khusus terkait premanisme. “Di pasar-pasar saja, ada orang-orang tertentu yang mengelola. Padahal, sebenarnya pasar itu aset Pemerintah Provinsi,” ucap poli­tisi PDIP ini.

Yang mengelola atau menguasai pasar tersebut, kata dia, adalah orang-orang yang ber­basis Ormas (organisasi masyarakat) tertentu. “Kasihan masyarakat,” tandas Anggota Komisi A DPRD DKI ini.

Baca juga : PBSI Panggil 10 Atlet Baru Masuk Pelatnas

Menurut Hilda, pembentukan peraturan khusus terkait pre­manisme akan sangat membantu warga dan pemerintah dalam pengelolaan aset negara.

Dia pun berharap, ada campur tangan dari berbagai pihak untuk dapat meminimalisir premanisme. Selain itu, tambah Hilda, operasi pemberantasan premanisme harus berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.

“Jangan cuma minggu ini saja, setelah itu lepas, tak ada lagi operasi. Perlu ada siklus yang rutin, seperti petugas keliling, patroli dan lain-lain,” tuturnya.

Baca juga : Cinta Laura, Nggak Masalah Nikah Usia Tua

Hilda mengaku, telah berkoor­dinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI agar lebih aktif menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas). “Mereka harus keliling setiap hari untuk meli­hat bentuk-bentuk premanisme. Ada sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan aturan,” tuturnya.

Hilda mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk memetakan dan mengetahui lebih rinci kawasan-kawasan rawan premanisme.

Dia mengapresiasi langkah aparat hukum yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP dan pihak-pihak terkait dalam mengatasi premanisme di Jakarta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.