RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) menggelar uji coba modul pembinaan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari perwakilan BWI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta dihadiri perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI dan Konsultan Keuangan Halfinan.id.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pentingnya pengembangan modul pembinaan wakaf yang sistematis dan aplikatif. Menurutnya, modul ini diharapkan menjadi panduan komprehensif bagi para pembina dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan individu nazhir.
Modul pembinaan ini tidak hanya menjadi sebagai bahan pengajaran, tetapi juga instrumen strategis untuk mendorong perbaikan tata kelola wakaf di Indonesia. "Dengan modul yang tepat, pembinaan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung terhadap profesionalisme nazhir serta optimalisasi pemanfaatan aset wakaf,” ujarnya.
Baca juga : Ini Profil Simon Tahamata, Si Pencari Bakat Buat Timnas Indonesia
Kegiatan ini dibuka Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, yang juga bertindak sebagai Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
Dalam sambutannya, Muhibuddin menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan pengelola wakaf melalui modul pembinaan yang terstruktur, kontekstual, dan aplikatif. Dia menegaskan bahwa pengelolaan wakaf harus dilandasi tiga prinsip utama: amanah, profesional, dan akuntabel.
Sejatinya wakaf harus bertumbuh dan berkembang. "Pengelolaan wakaf tidak cukup dilakukan secara normatif, tetapi harus diarahkan pada pengembangan yang memberi dampak luas secara sosial dan ekonomi,” tegas Muhibuddin di hadapan peserta.
Baca juga : Semesta AI: Terobosan Lintasarta Bangun Ekosistem AI Berdaulat untuk Indonesia
Dia juga mengajak para peserta untuk aktif memberikan masukan terhadap modul yang sedang diuji coba saat ini. Menurutnya, penyempurnaan modul sangat bergantung pada pengalaman serta praktik baik yang telah dijalankan oleh para pelaku perwakafan di daerah.
“Kami sangat mengharapkan kontribusi Bapak/Ibu sekalian. Mari kita bangkit bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengembangkan perwakafan di Indonesia,” pungkasnya.
Uji coba ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Agama dalam memperkuat sistem pembinaan wakaf nasional dan mendukung peran aktif BWI sebagai lembaga yang memegang mandat penting dalam transformasi wakaf di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.