Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggandeng PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk membuka Program Pemagangan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2025. Program ini tak sekadar pelatihan, tetapi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan daya serap tenaga kerja lulusan SMA/sederajat.
Program pemagangan yang menyasar anak muda Kepri ini menyimpan potensi besar dalam menekan angka pengangguran terbuka dan menstimulus pertumbuhan konsumsi rumah tangga di sektor menengah ke bawah. Menurut data BPS, lulusan SMA/sederajat masih mendominasi struktur pengangguran terbuka di Kepri. Melalui skema pemagangan, pemerintah menciptakan jembatan konkret antara pendidikan menengah dan dunia kerja yang selama ini menjadi celah dalam sistem ketenagakerjaan.
“Kami tidak hanya berbicara pelatihan, tapi menciptakan solusi yang langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Ini berarti sirkulasi ekonomi Kepri juga bergerak,” ujar Kepala Disnakertrans Kepri Diky Wijaya.
Baca juga : Urusan 4 Pulau Aceh Diserahkan Ke Sumatera Utara Makin Heboh
Insentif hingga Rp 3,5 Juta
Program magang ini memberikan insentif hingga Rp 3,5 juta per peserta yang terdiri dari uang transportasi dari Disnakertrans (Rp 1 juta) dan uang saku dari perusahaan (Rp 2,5 juta). Tambahan fasilitas seperti seragam, training kit, serta jaminan sosial ketenagakerjaan juga diberikan secara penuh selama masa magang lima bulan.
Insentif ini bukan hanya menjadi bentuk penghargaan atas kerja peserta, tapi juga menjadi suntikan ekonomi yang langsung masuk ke sektor konsumsi lokal. Para peserta magang, kebanyakan dari keluarga berpendapatan rendah, akan lebih cepat mandiri secara finansial dan mampu berkontribusi pada sirkulasi belanja di daerah tempat mereka tinggal.
Baca juga : IJN Jadi RS Pertama Tanamkan Pacu Jantung Tanpa Kabel Dua Ruang
Langsung Direkrut, Kurangi Beban Pasar Kerja
Yang menjadikan program ini istimewa adalah komitmen Ramayana untuk langsung merekrut peserta magang yang berkinerja baik. Skema ini memotong jalur birokratis dan mengurangi beban pasar kerja terbuka di Kepri.
Langkah ini secara langsung akan menurunkan tingkat pengangguran, meningkatkan produktivitas tenaga kerja lokal, dan menciptakan ekosistem kerja yang lebih efisien.
Baca juga : Panggil Menteri BUMN, Prabowo Minta Diskon Transportasi Segera Berjalan
Dampak Makro: Dari Magang ke Pertumbuhan Ekonomi
Dalam konteks makro, program seperti ini dapat dikalkulasi sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Kepulauan Riau. Setiap peserta magang yang bekerja dan memperoleh penghasilan berkontribusi pada sisi konsumsi domestik, yang menjadi komponen utama dalam struktur PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kepri.
Dengan memperluas kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, Kepri punya peluang besar mengubah tantangan pengangguran menjadi kekuatan ekonomi produktif yang berdampak jangka panjang.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.