BREAKING NEWS
 

Menko Pangan Zulkifli Hasan Paparkan Swasembada Pangan

Beras Surplus, Jagung-Telur-Gula Ditarget Bebas Impor Tahun Depan

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Kamis, 3 Juli 2025 08:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyatakan produksi beras nasional hingga pertengahan 2025 telah melampaui kebutuhan domestik. Namun, ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada beras. Untuk itu, pemerintah terus memperkuat swasembada sejumlah komoditas strategis non-beras. Tujuannya untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah gejolak global. Komoditas yang kini menjadi prioritas utama pemerintah antara lain jagung, telur, daging ayam, gula konsumsi, dan garam.

“Untuk komoditas jagung, gula konsumsi dan garam, pemerintah menargetkan bebas impor pada akhir 2025,” ujar Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dalam wawancara eksklusif bersama Rakyat Merdeka, yang berlangsung di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional, pemerintah memberikan berbagai insentif, termasuk pupuk bersubsidi, benih unggul, serta alat dan mesin pertanian (alsin­tan). Di sisi lain, penguatan infrastruktur seperti irigasi, pendampingan penyuluh lapangan, dan program pengadaan jagung nasional juga terus men­jadi perhatian utama.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) saat diwawancarai secara khusus oleh Direktur Utama Rakyat Merdeka (RM) Kiki Iswara (tengah) dan Direktur Pemberitaan RM Ratna Susilowati di Jakarta, Senin (30/6/2025). Dalam wawancara itu, Menko Zulkifli menjelaskan terkait Koperasi Desa Merah Putih serta stok pangan di Indonesia. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

Baca juga : Usul Bangun Kampung Haji, Prabowo Lobi Pangeran Saudi

Dalam Wawancara ini tim Rakyat Merdeka terdiri dari Di­rektur Utama/CEO RM Group Kiki Iswara, Direktur Pem­beritaan Ratna Susilowati, Pe­mimpin Redaksi RM.id Firsty Hestyarini, Editor Bambang Trismawan, serta jurnalis foto Khairizal Anwar.

Berikut petikan wawancara selengkapnya.

Pemerintah menyatakan produksi beras sudah melam­paui kebutuhan nasional. Bagaimana perkembangan swasembada pangan selain beras? Komoditas apa yang menjadi prioritas?

Baca juga : Bertemu 1 Jam, Luhut Dan Jokowi Kangen-kangenan

Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada beras. Pemerintah terus memperkuat swasembada pada beberapa komoditas strategis non-beras seperti jagung, telur, gula konsumsi, dan garam. Untuk jagung, produksi Januari hingga Mei 2025 mencapai 7,03 juta ton. Meningkat hampir 1 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) dengan kadar air 14 persen pada 2025 adalah 16,68 juta ton, dengan perluasan la­han mencapai 2,89 juta hektar. Penyerapan jagung oleh Perum Bulog hingga pertengahan Juni 2025 telah mencapai sekitar 50.490 ton untuk menjaga sta­bilitas harga dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, produksi telur ayam pada Juni 2025 diproyek­sikan sebesar 6,52 juta ton, melampaui kebutuhan nasional yang sebesar 6,22 juta ton, se­hingga menghasilkan surplus sekitar 300 ribu ton. Produksi daging ayam diperkirakan men­capai 4,25 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan nasional sebesar 3,87 juta ton. Surplus ini diman­faatkan dengan memperkuat hilirisasi dan penyerapan hasil peternak rakyat melalui pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah juga men­dorong ekspor telur dan ayam ke negara-negara yang masih defisit, seperti Singapura dan negara-negara di Timur Tengah.

Untuk gula konsumsi dan garam, pemerintah telah mene­tapkan target bebas impor pada 2025. Produksi gula nasional ditargetkan meningkat dari 2,4 juta ton pada 2024 menjadi 2,6 juta ton di tahun 2025. Selain itu, pemerintah terus memberi­kan dukungan sarana produksi pertanian seperti pupuk ber­subsidi, benih unggul, dan alat mesin pertanian (alsintan). Dukungan infrastruktur pendukung seperti irigasi, penyuluh, dan pengadaan jagung juga terus diperkuat. Strategi pemerin­tah pada semester dua 2025 akan menitikberatkan pada per­cepatan hilirisasi, peningkatan traceability ekspor. Selain itu penguatan cadangan nasional di luar beras, serta akselerasi riset untuk komoditas strategis. Semua langkah ini men­jadi landasan untuk mencapai ketahanan sekaligus swasem­bada pangan yang inklusif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense