RM.id Rakyat Merdeka - Maraknya praktik judi online melalui dompet digital jadi sorotan. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi keuangan, PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperkuat kerja sama dalam menjaga ekosistem keuangan digital dari ancaman kejahatan.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah proaktif DANA dalam pelaporan transaksi mencurigakan dan penguatan sistem deteksi dini. Ini penting untuk mempersempit celah penyalahgunaan teknologi keuangan,” tegas Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
PPATK mencatat, perputaran uang dari judi online diperkirakan tembus Rp1.200 triliun hingga akhir 2025. Angka fantastis ini tak hanya membuka peluang tindak pidana, tapi juga berdampak sosial ekonomi yang serius di masyarakat.
Baca juga : Kopdes Solusi Masalah Perekonomian Rakyat
Menanggapi situasi tersebut, DANA dan PPATK meluncurkan inisiatif bersama bertajuk "Sinergi dan Kolaborasi Menjaga Ekosistem Keuangan Digital", yang juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT).
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara menegaskan, pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan internal seperti Fraud Detection System (FDS) dan memperketat parameter risiko.
“Kami berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan untuk mencegah transaksi mencurigakan dan meningkatkan literasi masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Kontranarasi Jadi Benteng Propaganda Radikal Di Ruang Digital
Vince menyebut, kolaborasi lintas sektor telah menunjukkan hasil positif. “Jumlah laporan dari DANA ke PPATK soal nomor atau situs judi online terus menurun,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar. Ia menyebut langkah DANA telah berdampak signifikan.
“Angka perjudian daring lewat DANA turun hingga 80 persen. Ini bukti nyata bahwa komitmen, teknologi, dan koordinasi berjalan efektif,” tandasnya.
Baca juga : Lewat Judo, Japan Coast Guard Perkuat Kapasitas Penangkapan Bakamla
Alexander juga menyebut DANA aktif berkomunikasi dengan Komdigi dan Bank Indonesia untuk menyempurnakan pendekatan berbasis tren dan dinamika industri keuangan digital terkini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.