Dark/Light Mode

Lewat Transplantasi Karang, PLN EPI dan Warga Baubau Jaga Ekosistem Laut

Rabu, 25 Juni 2025 17:17 WIB
Dok. PLN EPI
Dok. PLN EPI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Puncak dari Kelurahan Kolese, Kota Baubau, untuk meluncurkan program pelestarian lingkungan bertajuk Kolaborasea Terumbu Karang.

Program ini resmi dimulai di Pantai Kalima-lima, Rabu (25/6/2025), sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga ekosistem laut.

Melalui program ini, PLN EPI dan warga setempat memulai transplantasi terumbu karang dengan membangun spider wrap seluas 144 meter persegi, lengkap dengan 270 fragmen karang sehat yang disiapkan sebagai habitat baru biota laut.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata menghadapi ancaman degradasi lingkungan akibat limbah, alat tangkap destruktif, dan perubahan iklim.

“Terumbu karang bukan hanya aset alam, tetapi juga penopang ekonomi masyarakat pesisir. Program ini wujud komitmen kami mengurangi dampak lingkungan sekaligus memenuhi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” ujar General Manager Unit Proyek Gas dan PLN EPI, Agus Purnomo.

Baca juga : Pertamina Port Logictics Jaga Ekosisistem Laut

Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI yang saat ini membina tiga wilayah di Baubau: Kelurahan Kolase, Kalialia, dan Lowu-Lowu.

Ke depan, PLN EPI akan memperluas program lingkungan di Baubau, termasuk pemberdayaan petani rumput laut dan rehabilitasi mangrove.

“Terumbu karang memiliki peran vital sebagai habitat biota laut dan pelindung pantai dari gelombang besar,” tambah Agus.

Tak hanya soal ekosistem, program ini juga selaras dengan proyek strategis PLN EPI di Baubau—yakni proyek gasifikasi untuk mengonversi pembangkit dari bahan bakar minyak ke gas.

Proyek ini mencakup pembangunan Terminal LNG PLTMG Baubau berkapasitas regasifikasi sebesar 16,21 BBTUD dan kapasitas penyimpanan gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) sebesar 4.500 meter kubik.

Baca juga : PLN EPI Latih Warga Bunton Kelola Mangrove di Kampung Laut Cilacap

Proyek ini akan memperkuat pasokan listrik sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Senior Manager Perjanjian, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Nur Akhsin, menyebut sistem kelistrikan Baubau saat ini ditopang oleh PLTMG berkapasitas 30 MW.

“Melalui RUPTL 2025–2034, kami akan menambah kapasitas 30 MW lagi dengan membangun PLTMG baru yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi ini. Rencananya, proyek ini dimulai pertengahan 2026 sehingga total kapasitas pembangkit menjadi 60 MW,” jelasnya.

Pemerintah Kota Baubau juga menyambut baik sinergi pelestarian lingkungan dan penguatan infrastruktur energi ini.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Baubau Meizat Amril Tamim menyampaikan apresiasinya.

Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Pekerjaan Bendungan Mbay NTT Dikebut

“Keandalan listrik dan konservasi laut adalah dua pilar penting untuk kesejahteraan warga Baubau,” tegas Meizat.

Lewat Kolaborasea Terumbu Karang, PLN EPI menegaskan kontribusinya pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14: menjaga ekosistem laut.

Transisi energi pun dibuktikan bisa berjalan seiring dengan perlindungan alam dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.