Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gerindra Dan PAN Sehati
Kopdes Solusi Masalah Perekonomian Rakyat
Rabu, 23 Juli 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Koperasi desa dinilai menjadi solusi atas masalah perekonomian struktural yang dialami masyarakat kecil di desa. Rantai pasok yang tidak efisien, harga komoditas yang mahal, serta ketergantungan pada tengkulak dan pinjaman ilegal diyakini dapat diselesaikan oleh koperasi desa.
Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung penuh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang baru diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025). Kopdes Merah Putih, yang baru diluncurkan sebanyak 80 ribu dinilai sebagai wujud penerapan ekonomi Pancasila.
“Sekaligus refleksi dari visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dengan membangun perekonomian dari desa,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Budisatrio mengungkapkan, Presiden Prabowo memiliki semangat tinggi dalam pembangunan ekonomi berbasis kemajuan desa. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dengan upaya pembukaan akses terhadap pasar, pembiayaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok dan infrastruktur dasar.
“Koperasi merupakan jawaban atas masalah ketimpangan struktural yang selama ini menghambat kemajuan desa,” ujarnya.
Baca juga : Menkop Minta Masyarakat Awasi Koperasi Desa Merah Putih
Dengan koperasi desa, kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR ini, masyarakat desa dapat berhimpun untuk menerapkan sistem perekonomian dengan asas gotong royong dan kekeluargaan, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh anggota koperasi.
“Koperasi bisa menjadi solusi atas masalah perekonomian struktural di desa,” tutur Budisatrio.
Selama ini, kata Budisatrio, rantai pasok di desa tidak efisien. Harga komoditas mahal. Juga, kata dia, masyarakat desa sangat ketergantungan pada tengkulak dan pinjaman ilegal, karena akses ke lembaga keuangan formal masih terbatas.
“Dengan adanya koperasi desa, apa yang menjadi kendala perekonomian di desa bisa teratasi,” ujarnya.
Budisatrio mengatakan, model Kopdes Merah Putih terdiri atas tujuh unit usaha inti. Yaitu, toko sembako, klinik desa, apotek, cold storage, layanan simpan pinjam, unit logistik, dan kantor koperasi. Semua unit tersebut, kata dia, terhubung langsung dengan BUMN strategis, seperti BULOG, Pertamina, Biofarma, dan Pupuk Indonesia.
Baca juga : Pemerintah Genjot Akses Kerja Layak Kaum Hawa
“Dengan sistem tersebut, warga desa diharapkan tidak lagi bergantung pada perantara yang seringkali merugikan,” katanya.
“Saya juga telah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Gerindra DPR untuk mengawal dan menyukseskan Kopdes ini agar berjalan tepat sasaran dalam menggerakkan ekonomi desa sesuai visi Presiden,” pungkas Budisatrio.
Senada, Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Eddy Soeparno mendukung peluncuran 80 ribu koperasi desa. Dia mengatakan, koperasi desa merupakan strategi Presiden Prabowo dalam memastikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang berkualitas.
“Itu diindikasikan dengan distribusi kesejahteraan yang merata sampai masyarakat di desa,” kata Eddy di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Eddy mengatakan, Kopdes Merah Putih merupakan implementasi komitmen Presiden Prabowo dalam pembangunan ekonomi, bahwa tidak ada rakyat yang ditinggalkan. Untuk itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi di desa harus memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat desa.
Baca juga : KPK Telusuri Aliran Dana Dari Agen Ke Pegawai
Dia yakin, 80 ribu titik keberadaan Koperasi Desa Merah Putih bakal efektif mempercepat pembangunan ekonomi yang berkualitas. Sekaligus, kata dia, dapat mengurangi kesenjangan ekonomi desa-kota. Termasuk juga, desa harus menjadi sentra-sentra ekonomi baru.
“Koperasi Desa Merah Putih adalah langkah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus mencegah arus urbanisasi yang tidak terkontrol dan membuat desa semakin tertinggal,” jelas Eddy yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya