RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto gaspol merealisasikan program pembangunan Sekolah Rakyat. Dalam lima tahun, Prabowo menargetkan bisa membangun 500 Sekolah Rakyat. Dana yang disediakan pun cukup besar. Untuk tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan Rp 24,9 triliun.
Untuk tahun ini, Pemerintah menargetkan membangun 165 Sekolah Rakyat yang rampung dibangun. Akhir bulan ini. pembangunannya rampung semua. “Insya Allah, Oktober saya diminta meresmikan,” kata Prabowo, usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis siang (11/9/2025).
Saat ini, sebanyak 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasi memberikan akses pendidikan dasar dan menengah bagi masyarakat. Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. "Saya tidak menduga bisa begini cepat,” imbuhnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. "Tahun depan 100 lagi. Setiap tahun 100, sampai target 500 tercapai," ucap Prabowo.
Baca juga : 7 Pekerja Terjebak Di Pertambangan Freeport
Pembangunan Sekolah Rakyat difokuskan di kantung-kantung masyarakat miskin, terutama pada kelompok ekonomi terbawah atau desil 1 dan 2. Prabowo juga merencanakan agar Sekolah Rakyat menjangkau lapisan masyarakat di desil 3, 4, dan 5.
Artinya, nantinya, Sekolah Rakyat tidak hanya dirasakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, namun bagi anak-anak dari keluarga kelas menengah. Mereka bisa mendapatkan layanan pendidikan gratis tersebut.
Kepala Negara menerangkan, program Sekolah Rakyat dibuat demi mengejar ketertinggalan sumber daya manusia Indonesia dari negara-negara lain. "Jadi sekarang kita all out. Kita mau selamatkan sumber daya kita," terangnya.
Untuk tahun ini, anggaran Sekolah Rakyat sebesar Rp 7 triliun. Untuk tahun depan, anggarannya naik signifikan menjadi Rp 24,9 triliun. Rinciannya, Rp 20 triliun untuk pembangunan sekolah baru dan Rp 4,9 triliun untuk operasional.
Baca juga : Analisa Ryan Kiryanto, Purbaya Bisa Langsung Lari
Menteri Sosial Saifullah Yusuf siap merealisasikan target Prabowo membangun 500 Sekolah Rakyat. Kementerian Sosial akan bersinergi dengan kementerian lain untuk merampungkan pembangunan tersebut. "Kita akan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait yang juga ditugaskan untuk turut mendampingi penyelenggaraan Sekolah Rakyat," terang pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, di tempat yang sama.
Dalam kunjungan ke SRMA 10 Margaguna, Prabowo disambut antusias siswa-siswi yang sudah menunggu kedatangannya. Mereka meneriakkan yel-yel 'Selamat Datang Bapak', dan dengan tarian tradisional. Prabowo langsung menghampiri siswa-siswi itu, menjabat tangan mereka, dan berbincang sejenak.
Dalam kunjungan ini, Prabowo meninjau aktivitas belajar siswa dan kelas inspeksi ke kamar salah satu siswa. Di sana, Prabowo mengecek berbagai fasilitas yang disediakan untuk para siswa, termasuk ketersediaan kamar mandi.
Prabowo melihat, fasilitas yang disediakan sudah sangat baik. Misalnya, tempat yang nyaman dengan kapasitas tiga orang yang sudah dilengkapi dengan kamar mandi. “Saya kira untuk sekolah di Indonesia ini sudah sangat baik,” ucapnya.
Baca juga : Soal Gaya Bicara, Menkeu Baru Dinasihati Ulama, Politisi, dan Ekonom
Sambil berseloroh, Prabowo membandingkan fasilitas Sekolah Rakyat dengan yang diterimanya saat masuk Akademi Militer (Akmil) dulu. Saat itu, satu kamar mandiri diperuntukkan bagi 60 orang.
“Saya dulu di Akademi Militer, kita 60 orang, kamar mandi yang los gitu. Pakai gayung," ucap Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.