BREAKING NEWS
 

Perbaiki Jalan Terdampak Banjir Bali

Menteri PU Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 22 September 2025 07:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Dok. Kementerian PU).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran tanggap darurat sebesar Rp 8 miliar untuk memperbaiki 15 titik jalan nasional yang rusak akibat banjir di Bali.

Dana itu digunakan untuk menangani kerusakan di Jembatan Muntur Gianyar, memperbaiki trotoar dan dinding pembatas di Klungkung, hingga genangan di Underpass Simpang Dewa Ruci.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut anggaran yang digunakan berasal dari dana tanggap darurat. Jadi, anggaran ini tidak mengganggu dana proyek infrastruktur Bali tahun 2025 sebesar Rp 1,5 triliun. Kata dia, sebagian besar titik yang terdampak bencana sudah hampir kembali beroperasi normal.

Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng

“Kecuali Jembatan Muntur di Gianyar masih dalam proses penyelesaian. Mudah-mudahan dua minggu ke depan sudah selesai total,” kata Dody saat meninjau Underpass Simpang Dewa Ruci, Bali, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (21/8/2025).

Dody merinci, ada lima titik infrastruktur yang rusak, yakni Jembatan Muntur di Gianyar, dua ruas di Jalan Kargo Denpasar, gorong-gorong amblas di Jalan Pekutatan–Antosari Tabanan, serta trotoar dan dinding pembatas di Jalan Kosamba– Angentelu Klungkung.

Selain itu, tiga titik mengalami genangan banjir. Yaitu Underpass Simpang Dewa Ruci Denpasar, Jalan Mengwitani– Batas Kota Denpasar, dan ruas Jalan Ahmad Yani–Udayana di Jembrana.

Baca juga : Kader Partai Matahari Diminta Berintrospeksi

Tak hanya itu, longsor juga melanda tujuh titik jalan nasional. Yaitu Jalan Ahmad Yani Tabanan, jalur Desa Sidan– Klungkung, Jalan Sudirman– Gajah Mada Jembrana, Banjar Bunut Puhun–Bantas Tabanan, ruas Negara–Pekutatan Jembrana, Jalan Cekik–Negara, serta dinding pembatas jalan di Jalan Mengwitani–Tabanan.

“Rata-rata kerusakan hanya butuh pembersihan dan perbaikan ringan,” ungkapnya.

Dia juga membantah isu bahwa banjir di Underpass Ngurah Rai terjadi karena masalah drainase. Menurutnya, genangan air muncul akibat curah hujan ekstrem, sedimentasi sungai, dan tumpukan sampah. “Kami baru bisa memompa ketika aliran sungai mulai surut. Dari jam 2 siang sampai 12 malam air berhasil kering,” jelasnya.

Adsense

Baca juga : OSO Ungkap Banyak Tokoh Bergabung Dengan Hanura

Dody menambahkan, Pemerintah setiap tahun menganggarkan normalisasi sungai di Bali. Namun sedimentasi terus terjadi karena kerusakan di hulu sungai.

“Contohnya di Waduk Muara, ketinggian air sudah sangat tinggi karena sedimentasi. Butuh pengerukan ratusan ribu kubik, bisa memakan waktu setahun,” pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense