BREAKING NEWS
 

Kembangkan Kawasan Transmigrasi Berbasis Industri

Mentrans Dan Menperin Sepakat Berkolaborasi

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 27 September 2025 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaeman Suryanegara (kanan) dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Foto: PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM).

 Sebelumnya 
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, sejumlah pilot project telah disiapkan. Seperti di kawasan transmigrasi Melolo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kawasan transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan, yang berbatasan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) industri tebu.

Pemerintah saat ini sedang merancang model bisnis baru berbasis kepemilikan lahan oleh masyarakat. Skema ini memungkinkan transmigran membentuk korporasi bersama di bawah payung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kemudian bermitra dengan industri.

“Dengan model ini, masyarakat akan mendapat dua manfaat. Yakni penghasilan bulanan sebagai tenaga kerja dan dividen dari kepemilikan saham atas lahan. Inilah bentuk keberlanjutan ekonomi yang ingin kami kembangkan,” katanya.

Baca juga : Jokowi Happy, IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028

Total investasi yang masuk tahun ini ke 154 kawasan transmigrasi mencapai Rp 1,8 triliun. Selain sektor pertanian dan perkebunan, ke depan kawasan transmigrasi juga diarahkan ke sektor lain sesuai potensi daerah.

Iftitah mencontohkan kawasan Tanjung Banon di Batam, Rempang dan Galang yang sedang dikembangkan untuk menjadi kawasan industri. Serta Morotai di Maluku Utara yang berpotensi kuat di industri perikanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat transmigrasi tidak hanya diminta menanam atau memproduksi, juga sudah langsung punya pasar melalui kemitraan dengan industri. Jadi tidak ada lagi hasil panen atau produk yang siasia karena tidak terserap,” ucapnya.

Baca juga : Anak Muda Bisa Jadi Promotor Produk Halal

Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, MoU ini menjadi langkah strategis. Belum pernah ada kolaborasi dua kementerian ini sebelumnya.

“Proses MoU ini berlangsung cepat. Bahkan bermula dari diskusi singkat di kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), lalu berkembang menjadi gagasan besar,” kata Agus. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 27 September 2025 dengan judul "Kembangkan Kawasan Transmigrasi Berbasis Industri, Mentrans Dan Menperin Sepakat Berkolaborasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense