Dark/Light Mode

53,8 Persen Penduduk Kita Generasi Z Dan Milenial

Anak Muda Bisa Jadi Promotor Produk Halal

Sabtu, 27 September 2025 06:40 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/rm.id)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri halal Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dan berpotensi menjadi pilar utama perekonomian nasional. Permintaan produk halal yang meningkat, baik di dalam maupun luar negeri, memperkuat optimisme tersebut.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong ekosistem halal. Dari total penduduk Indonesia, sebanyak 53,8 persen merupakan generasi milenial dan generasi Z yang berada pada usia produktif. Bonus demografi ini dipandang potensial untuk menjadi motor penggerak inovasi, penciptaan lapangan kerja, sekaligus promotor gaya hidup halal yang inklusif. 

“Kami juga berharap generasi muda bisa lebih aktif dan peduli pada isu-isu keberlanjutan, serta lebih aware terhadap pemilihan produk-produk berdasarkan value,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (26/9/2025). 

Baca juga : BK Minta Anggota Dewan Pahami Tata Tertib Dan Etika

Menurut Agus, potensi pasar halal dunia semakin menjanjikan. Konsumsi umat Muslim global di enam sektor ekonomi syariah tercatat 2,43 triliun dolar AS (sekitar Rp 40.9 kuadriliun) pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS (sekitar Rp 56,6 kuadriliun) pada 2028. 

Pasar domestik Indonesia pun besar, ditopang oleh 246 juta penduduk Muslim dengan konsumsi rumah tangga yang mencapai Rp 3.226,1 triliun pada semester I-2025. 

Berdasarkan State of The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam ekosistem industri halal dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi, dengan kenaikan skor tertinggi, yakni 19,8 poin dibandingkan 2022. 

Baca juga : Menkum Tegaskan: BP BUMN Regulator, Danantara Operator

Kinerja industri halal dalam negeri juga terus meningkat. Hingga triwulan II-2025, jumlah industri halal mencapai 140.944 perusahaan, didominasi sektor makanan sebanyak 130.111 industri. 

Produk tersertifikasi halal sudah mencapai 584.552 dengan 162.111 sertifi kat halal. Dari segi investasi, Indonesia menempati posisi pertama dunia dengan nilai 1,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 26,9 triliun) dari total 5,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 97,7 triliun) sepanjang 2023–2024. 

Meski demikian, ekspor produk halal Indonesia baru sebesar 12,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 207 triliun) pada 2023. Nilai ini masih jauh lebih rendah dibandingkan impor dari negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mencapai 29,64 miliar dolar AS (sekitar Rp 499 triliun). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.