Dark/Light Mode

Dari Amerika Ke Kanada, Lalu Ke Belanda

Prabowo Geber Ekspor RI

Jumat, 26 September 2025 08:19 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tete-a-tete dengan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di West Block, Parliament Hill, Ottawa, pada Rabu (24/9/2025). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tete-a-tete dengan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di West Block, Parliament Hill, Ottawa, pada Rabu (24/9/2025). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menghadiri Sidang Umum ke-80 PBB di Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan luar negerinya ke Kanada dan Belanda. Rangkaian kunjungan maraton ini, dilakukan kepala negara untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Prabowo meninggalkan Amerika Serikat menuju Ottawa, Kanada, pada Selasa (23/9/2025) malam. Keberangkatan dari New York dilakukan sekitar pukul 12.20 waktu setempat.

Sesampainya di Ottawa, Prabowo disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang berkumpul di hotel kedatangan. Presiden pun merespons positif sambutan penuh emosional dari para perantau tersebut.

Agenda kenegaraan di Kanada dimulai dengan pertemuan bilateral bersama Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon di Rideau Hall, Rabu (24/9/2025). Keduanya menyepakati kesamaan prinsip Indonesia-Kanada terkait demokrasi, pluralisme, dan multikulturalisme. Kesamaan prinsip itu menjadi dasar yang kokoh untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas pentingnya mempererat masyarakat Indonesia dan Kanada. Hubungan yang terjalin dari tingkat masyarakat diyakini akan memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan budaya, sekaligus mempererat ikatan persahabatan kedua negara.

Baca juga : Kasus Pembobolan Rekening Dormant, Polri Jejerin Barbuk Duit Rp 204 Miliar

Selanjutnya, Prabowo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di West Block, Parliament Hill. Dalam pertemuan ini, sejumlah kesepakatan strategis dikemukakan dan disaksikan langsung oleh Prabowo dan Carney.

Salah satu capaian signifikan adalah penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Kesepakatan diplomatik ini menjadi tonggak perjanjian perdagangan bebas pertama antara Indonesia dan negara di kawasan Amerika Utara.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menyaksikan kesepakatan di bidang pertahanan serta kerja sama antara badan usaha milik Indonesia dan Kanada. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat konektivitas bisnis kedua negara.

Dalam kunjungan selama tujuh jam di Kanada, Prabowo membawa sejumlah capaian. Salah satunya implementasi CEPA yang membuat Kanada menghapus 90,5 persen tarif impornya terhadap barang asal Indonesia. Artinya, bea masuk dari 90 persen pos tarif akan dihapuskan atau dikurangi.

Kesepakatan ini diproyeksikan meningkatkan ekspor Indonesia ke Kanada hingga 11,8 miliar dolar AS atau setara Rp 197,35 triliun pada 2030. Selain itu, PDB nasional diperkirakan tumbuh 0,12 persen dan investasi meningkat 0,38 persen.

Baca juga : Melihat Siswa Keracunan MBG, Tergeletak Di Bangsal, Dikipasin Kardus Cokelat

Tak hanya berdampak ekonomi, perjanjian ini juga menjamin transparansi regulasi, perlindungan investasi, serta memperkuat kerja sama di bidang pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), lokapasar digital, hak kekayaan intelektual, dan perdagangan berkelanjutan.

Rangkaian kesepakatan Indonesia-Kanada disambut positif oleh Carney. Menurutnya, kunjungan Prabowo merupakan momen bersejarah yang menandai langkah baru dalam hubungan kedua negara.

“Terima kasih Presiden Prabowo telah memberi penghormatan kepada kami dengan kunjungan Anda ke Kanada hari ini. Ini suatu kebahagiaan bagi kami,” ujar Carney.

Carney menegaskan, Kanada menilai Indonesia sebagai mitra strategis untuk membangun kekuatan ekonomi dan memperdalam kerja sama perdagangan. Bahkan, ia mengutip pidato Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB yang dinilainya penuh kekuatan dan inspirasi.

“Kami bangga membangun hubungan tersebut dengan mereka yang menyambut tantangan baru dengan harapan dan optimisme yang didasarkan pada keyakinan yang teguh pada solidaritas semua orang,” ucap Carney.

Baca juga : Buru 200 Penunggak Pajak, Purbaya Diback Up KPK

Setelah menyelesaikan seluruh agenda kenegaraan di Kanada, Prabowo bertolak dari Bandara Internasional Ottawa Macdonald-Cartier sekitar pukul 21.00 menuju Amsterdam, Belanda. Setibanya di Belanda, Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Belanda Williem Alexander.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani menilai, Indonesia kini menjadi "gadis cantik" yang menarik bagi investor asing. Menurutnya, pergeseran peta geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini menguntungkan negara berkembang.

Negara-negara maju mengalami penuaan populasi yang berdampak pada menurunnya konsumsi dan investasi. Hal itu menjadikan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sebagai target utama para investor. "Tinggal bagaimana kebijakan pemerintah bisa membuat investor tertarik masuk,” ujar Aviliani.

Investasi yang masuk, lanjut Aviliani, akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Dengan investasi, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, bahkan hingga 8 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.