BREAKING NEWS
 

Kembangkan Kawasan Transmigrasi Berbasis Industri

Mentrans Dan Menperin Sepakat Berkolaborasi

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 27 September 2025 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaeman Suryanegara (kanan) dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Foto: PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Berawal dari diskusi di Whoosh (kereta cepat Jakarta- Bandung), Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya berkolaborasi. Untuk itu, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) untuk memperkuat pengembangan kawasan transmigrasi berbasis industri.

Penandatanganan dilakukan Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita disaksikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) IPK, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dalam sambutannya, Iftitah mengatakan, program transmigrasi kini tengah mengalami transformasi besar. Transmigrasi tidak lagi sebatas pemindahan penduduk, melainkan membangun manusia sekaligus pusatpusat ekonomi baru.

Baca juga : Jokowi Happy, IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028

“Transmigrasi baru tidak hanya membangun kawasan permukiman, tetapi kawasan ekonomi. Tidak lagi tradisional, melainkan berbasis riset dan sains,” ujarnya.

Purnawirawan TNI AD asal Pandeglang, Banten, itu menjelaskan lima program utama transmigrasi. Yakni Trans Tuntas (penyelesaian konflik lahan dan kepastian hukum tanah), Trans Lokal (pengurangan kemiskinan dan penyelesaian konflik sosial), Trans Patriot (pembangunan manusia dan pengabdian masyarakat), Trans Karya Nusantara (penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat), serta Trans Gotong Royong (sinergi dengan kementerian, lembaga dan dunia usaha).

“Kerja sama dengan Kementerian Perindustrian bagian dari program Trans Gotong Royong. Transmigrasi punya lahan dan tenaga kerja, sementara industri punya modal, teknologi dan pasar. Titik temu inilah yang akan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” paparnya.

Baca juga : Anak Muda Bisa Jadi Promotor Produk Halal

Diungkapkan, Pemerintah tengah merevitalisasi 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Harapannya, kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri.

Menurut Iftitah, pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan bertahap dengan pemetaan potensi ekonomi secara saintifik. Tujuannya, menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kemiskinan dan ketimpangan di wilayah tertinggal.

Adsense

“Transmigrasi bukan hanya membangun permukiman, tetapi juga pusat ekonomi baru. Ada 154 kawasan yang sedang kami siapkan dengan dukungan infrastruktur dasar, transportasi dan konektivitas agar menjadi ekosistem industri yang berkelanjutan,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense