Sebelumnya
“Untuk pengobatan terapeutik, kita sudah juga sudah mampu melakukan di 90 persen temuan kita. Namun, yang 10 persen ini memang kita lost contact, artinya mereka pada saat pemeriksaan tidak kembali lagi untuk mendapatkan pengobatan,” ungkap Murti.
Adapun untuk inisiasi pengobatan TBC resisten obat, kata Tito, targetnya adalah 95 persen. Namun, saat ini mencapai sekitar 75 persen.
Sedangkan untuk keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat mencapai 80 persen dari target 90 persen. Sementara, pada kasus TBC resisten obat baru tercapai 58 persen dari target 80 persen.
Baca juga : Pastikan Maju Sebagai Calon Ketua Golkar Malut, Alien Mus Bisa Tiga Periode?
“Ada obat pencegahan, jadi untuk kontak erat biasanya kami langsung memberikan obat Terapi Pencegahan TBC (TPT) dan saat ini memang sangat kecil, baru 136.934 orang,” katanya.
Pihaknya juga menggencarkan sejumlah upaya eliminasi TBC. Seperti melakukan sosialisasi dan advokasi guna mengintegrasikan skrining TBC dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas, komunitas, sekolah, pesantren, dan tempat-tempat lainnya.
“Selain itu program TBC di CKG, kita melakukan active case finding yang terintegrasi dengan pemberian TPT. Ini paling banyak kita lakukan, terutama di rutan lapas,” kata dia.
Baca juga : Tutup Munas VI, PKS Dukung Pemerintah Berantas Serakahnomics
Kemenkes juga melakukan pre-pilot One Stop Service (OSS) untuk mencegah hilang kontak pengobatan. Dalam inisiatif itu, setelah dilakukan skrining, apabila hasilnya positif, maka langsung diberikan obat dan tidak perlu menunggu esoknya. Para kader dalam Kelurahan Siaga TBC turut dilibatkan.
Saat ini terdapat 1.834 desa dan kelurahan dari 21 provinsi yang berkomitmen mencegah dan menanggulangi TBC secara mandiri. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 30 September 2025 dengan judul "Penanganannya Harus Sinergi, Mendagri Minta Kepala Daerah Prioritaskan TBC"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.