BREAKING NEWS
 

Wawancara Eksklusif Dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Kecepatan Saya Baru Gigi Tiga, Belum Full Speed Lho

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : KARTIKA SARI
Jumat, 3 Oktober 2025 07:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum sebulan duduk di kursi Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa langsung bikin gebrakan. Kebijakan perdananya adalah menggelontorkan Rp 200 triliun dana pemerintah ke Bank-bank Milik Negara (Himbara), empat hari setelah dia dilantik Presiden Prabowo pada 8 September 2025.

Dana jumbo itu diambil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disimpan di Bank Indonesia (BI). Tujuannya, meningkatkan likuiditas perbankan agar penyaluran kredit bisa lebih deras. 

“Dampaknya langsung terasa. Likuiditas di bank bertambah, bunga turun, kredit akan tumbuh, dan ekonomi lebih cepat berputar,” ujar Purbaya saat menerima tim Rakyat Merdeka di Prosperity Tower, Jakarta, Selasa (30/9/2025) malam.

Tak hanya itu, Purbaya juga membuat sejumlah gebrakan lain. Seperti mengejar para pengemplang pajak, dan memutuskan tidak menaikkan cukai rokok. 

Gaya bicara Purbaya sangat taktis dan ceplas-ceplos. Ada yang khawatir gaya komunikasi ini akan mengguncang pasar. Tapi Purbaya santai saja. “Kalau mengguncang, ya saya mengguncang yang positif,” seloroh peraih gelar doktor ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat ini. 

Malam itu, Purbaya tampil sederhana dengan kemeja putih lengan panjang dipadu jaket hitam. Selam dua jam, lulusan S1 Teknik Elektro ITB ini menjelaskan soal ekonomi tanpa bikin dahi berkerut. Omongannya lugas, penuh semangat dan percaya diri. Sesekali, menyelipkan humor dan umpatan kecil yang membuat tawa seisi ruangan. Obrolan santai malam itu, dilakukan sambil makan malam. Menunya: nasi kuning dibungkus daun kelapa dengan lauk telur, daging sapi, dan tempe orek. 

Tim Rakyat Merdeka berfoto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kanan) usai wawancara eksklusif di Jakarta, Selasa (30/9/2025). (Foto: Kartika Sari/Rakyat Merdeka/rm.id)

Baca juga : Swiss Dukung RI Gabung OECD

Dari Rakyat Merdeka, hadir Direktur Utama/ CEO RM Group Kiki Iswara, Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati, Wakil Pemimpin Redaksi Kartika Sari, Pemimpin Redaksi RM Digital Firsty Hestyarini, dan Asisten Redaktur Eksekutif Bambang Trismawan. 

Berikut petikan wawancaranya. 

Begitu dilantik sebagai Menteri Keuangan, Bapak langsung berlari. Kecepatan Bapak sekarang berapa? Atau kalau mobil itu ibaratnya sudah gigi berapa? 

Ya, baru gigi tiga. Belum full speed lho. Nanti kalau istri saya sudah pulang, baru full speed ha…ha…ha… Yang penting istri ada, karena kalau nggak ada istri, saya susah tidur. (Istri Menteri Purbaya, Ida Yulidina, sedang berada di luar negeri). 

Mengapa pertumbuhan ekonomi setahun terakhir melambat dan langkah konkret apa yang Bapak ambil untuk mengatasinya? 

Salah satu alasan utama ekonomi melambat setahun terakhir adalah karena likuiditas yang minim. Ekonomi seolah dicekik. Pertumbuhan susah sekali, seakan tinggal tunggu runtuh saja. Ketika saya ditugaskan menjadi Menteri Keuangan, saya ubah sedikit. Kita injeksikan Rp 200 triliun ke sistem perekonomian. 

Baca juga : BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink, Catat Transaksi Rp 1.145,22 Triliun

Dampaknya langsung terlihat. Likuiditas di perbankan bertambah signifikan. Bank-bank kecil yang biasanya kesulitan likuiditas di akhir September menuju Oktober, sekarang lebih mudah. Itu dampak pertama dari gelontoran dana tadi. 

Lalu bunga bank mulai turun, deposito turun. Nanti bunga pinjaman juga ikut turun. Kredit pasti akan tumbuh. Biasanya kalau bank punya dana besar, mereka terpaksa menyalurkannya ke sektor produktif. Kalau nggak, bank akan rugi. Itu mendorong ekonomi lebih cepat. 

Bagaimana mengawasi dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di Himbara? Ada kekhawatiran, bank kebanjiran likuiditas... 

Itu kita serahkan ke bank. Sebenarnya sukasuka bank mau ditaruh di mana. Mereka lebih tahu menyalurkan ke sektor mana yang optimal. Mereka pasti lebih jago dari saya. Yang penting kredit mengalir, bukan dipakai untuk beli dolar. Kita pantau pertumbuhan base money (uang tunai yang beredar di masyarakat, Red) tiap bulan. Semua ada ilmunya, tidak asal. 

Selanjutnya injeksi dana Rp 200 triliun itu akan kita monitor terus berapa pertumbuhan base money di sistem perekonomian, sehingga tidak kepanasan atau tidak menimbulkan inflasi yang berlebihan atau tidak menimbulkan tekanan ke rupiah. Akan kita monitor dari bulan ke bulan. Nanti uangnya juga akan kita adjust sesuai dengan kondisi pertumbuhan ekonominya. Jadi itu ada ilmunya, tidak sembarangan. 

Jadi teman-teman yang ribut bilang, oh nanti kebanyakan likuiditas, ya itu pesan sponsor dari bank aja kali. Supaya uang ditarik lagi, supaya mereka bisa main golf lagi. Sekarang mereka nggak berani main golf. Takut saya datang ke lapangan golf ha…ha…ha… 

Baca juga : Pendukung Bupati Dan Massa Pro Pemakzulan Bentrokan

Kapan publik bisa merasakan dampak nyata dari kebijakan injeksi likuiditas ini? Apakah ada jaminan ekonomi segera membaik? 

Saya berharap akhir Oktober sudah terlihat pertumbuhan kredit lebih tinggi. Tapi dampak ke perekonomian secara agregat biasanya butuh waktu. Di Amerika Serikat delay-nya 14 bulan. Di Indonesia kira-kira 4 bulan. Jadi Januari kita sudah bisa melihat kondisi ekonomi yang lebih baik. Dengan kebijakan ini, saya yakin kuartal IV akan lebih bagus dibanding kuartal III. Jadi jangan kaget kalau data kuartal III masih melambat. Karena sebelumnya ekonomi memang “dicekik”. Tapi tren kuartal IV akan membaik signifikan. Di kuartal IV kita akan lihat pertumbuhan yang lebih bagus dari kuartal III. 

Adsense

Sambil menunggu pemulihan, kita pastikan program pemerintah untuk masyarakat miskin seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), MBG (Makan Bergizi Gratis), dan lain-lain tetap jalan. Jadi stabilitas tetap terjaga sambil menunggu recovery masyarakat bawah masih bisa hidup dengan baik. Tahun depan, kalau fiskal dan moneter jalan bersamaan, tumbuh 6 persen nggak susah-susah banget. Tapi mungkin baru terlihat di semester II-2026. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense