RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar bertemu dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar untuk membahas tindak lanjut pasca ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Pertemuan digelar Selasa (7/10/2025) sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran menterinya segera menangani insiden tersebut.
Dalam pertemuan itu, Cak Imin sapaan bekennya ini menegaskan, pentingnya pembenahan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis pesantren yang belum memenuhi standar keamanan dan kelayakan.
Baca juga : Bertandang Ke Gubernur Pramono, Menkeu Purbaya Bahas Gedung Tertinggi Di Jakarta
"Hari ini kita bahas pembangunan pondok pesantren yang belum memenuhi standar. Kita tahu jumlah pesantren di Indonesia mencapai lebih dari 40 ribu, dan tentu Kementerian Agama memiliki data yang lebih lengkap," ujar Cak Imin.
Ketua Umum PKB itu juga menyoroti kondisi sosial ekonomi para santri yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kita harus jujur mengakui, banyak pesantren berada dalam kondisi terbatas. Santrinya rata-rata dari desil 1, 2, dan 3. Itulah tradisi pesantren sebagai lembaga pendidikan rakyat yang tumbuh dengan segala keterbatasannya," imbuhnya.
Baca juga : Bank Mandiri Salurkan 63 Persen Atau Rp 34,5 Triliun Dana Penempatan Kemenkeu
Cak Imin menjelaskan, Kementerian Agama kini telah memiliki direktorat khusus yang menangani urusan pesantren.
Ia menekankan perlunya sinergi lintas kementerian untuk memperbarui dan memutakhirkan data pesantren secara berkala, agar intervensi kebijakan bisa lebih tepat sasaran.
Pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi antar kementerian dalam memperkuat sistem keamanan dan kualitas bangunan pesantren, sekaligus meningkatkan kesejahteraan serta mutu pendidikan di lingkungan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.