BREAKING NEWS
 

Gunakan APBN

Kementerian PU Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 9 Oktober 2025 07:00 WIB
Kementerian PU Terus Bergerak Mendukung Penanganan Pasca Musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Senin (6/10/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun ulang gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk hingga menewaskan 67 orang. Pembangunan dilakukan dari nol dan akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan biaya perbaikan justru lebih mahal dibanding membangun ulang dari awal. Karena itu, Pemerintah memutuskan merobohkan seluruh bangunan lama dan menggantinya dengan konstruksi baru.

“Lebih murah dibangun baru dari nol, daripada kita tambal sulam,” ujar Dody, usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Baca juga : Mendagri Minta Desain Tata Kelola PMI Disusun

Dia mengatakan, perhitungan detail anggaran masih dibahas. Namun, Dody memastikan pembangunan akan menggunakan APBN dengan kemungkinan adanya dukungan dari pihak swasta.

Dody menjelaskan, urusan ponpes biasanya menjadi kewenangan Kementerian Agama. Namun, karena ini termasuk kondisi darurat, Kementerian PU mengambil peran untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat.

Muhaimin Iskandar mengatakan, Pemerintah akan membuka layanan hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan kondisi bangunan sekolah atau pesantren yang rawan roboh.

Baca juga : Ngadu Soal Rencana Pemotongan Dana TKD, 18 Gubernur Datangi Menteri Keuangan

“Tolong disampaikan ke masyarakat, pesantren-pesantren yang merasa bangunannya rawan, silakan konsultasi lewat hotline,” kata Cak Imin-sapaan Abdul Muhaimin Iskandar.

Seperti diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk, Senin (29/9) sore. Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan shalat ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan itu.

Hingga akhir pencarian, Selasa (7/10/2025), Basarnas mencatat total korban mencapai 171 orang. Sebanyak 104 selamat, sedangkan 67 lainnya meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh yang ditemukan terpisah.

Baca juga : PKS-Golkar Kompak Dukung Prabowo Tindak Tegas Tambang Timah Ilegal

Terpisah, Polda Jawa Timur (Jatim) mulai menyelidiki dugaan tindak pidana di balik ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny. Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto mengatakan, hingga kini sudah ada 17 saksi yang dimintai keterangan.

Adsense

“Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah,” kata Nanang dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense