BREAKING NEWS
 

Kasih Contoh Soal Coretax, Purbaya: Indonesia Sering Dikibuli Asing

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 26 Oktober 2025 07:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti sistem administrasi perpajakan Coretax yang dikendalikan pihak luar, tapi banyak masalah. Kata Purbaya: Indonesia sering dikibuli asing. 

Coretax yang mulai beroperasi sejak 1 Januari 2025 digadang-gadang jadi tulang punggung digitalisasi pajak nasional. Pemegang konsorsium sistem pajak ini berasal dari Korea Selatan LG CNS-Qualysoft. Namun, sejak diberlakukan, justru Coretax menemui banyak permasalahan dan dikeluhkan para wajib pajak. 

Purbaya yang baru sebulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, menyampaikan kritik terhadap Coretax. Menteri nyentrik ini menyindir pihak-pihak yang terlalu percaya sama asing. 

Baca juga : Diusulkan Jadi Pahlawan, Soeharto Masih Pro-Kontra

“Begitu asing, wah apapun langsung dianggap hebat. Apalagi kalau denger K-pop. Di musik dan film mereka oke, tapi di programmer, beda cerita,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2025). 

Purbaya menyebut kualitas hasil kerja konsorsium Korea itu jauh dari ekspektasi, meski membawa nama besar dan reputasi global. Ia bahkan mengungkap, kualitas kode yang dikerjakan vendor asing tersebut tak lebih baik dari karya pelajar SMA. 

“Begitu mereka lihat source code-nya, orang saya bilang, ‘wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA’. Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jagonya kayaknya,” ungkap mantan Bos Lembaga Penjamin Simpanan itu. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bahasa Asing Jadi Sebuah Kebutuhan

Bagian perangkat lunak yang bisa diperbaiki langsung oleh tenaga ahli Indonesia, menurut Purbaya, kini sebagian besar sudah dibenahi. Ia mengandalkan staf ahli bidang teknologi yang direkrut secara khusus untuk memperbaiki lubang-lubang keamanan yang ditinggalkan vendor asing tersebut. 

Namun, perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan karena masih terikat kontrak kerja dengan konsorsium LG CNS-Qualysoft hingga akhir tahun. “Tapi saya yakin, begitu diserahkan ke kita Januari nanti, paling lambat Februari 2026, sistemnya sudah beres. Security dan infrastrukturnya pasti beres,” yakinnya. 

Tak mau kecolongan, Purbaya pun memanggil para hacker lokal untuk ikut mengamankan sistem pajak nasional itu. Mereka bukan sembarang peretas, tapi nama-nama besar yang pernah dipercaya perusahaan raksasa global, termasuk Google. 

Baca juga : Satriwan Salim: Kalau Lihat Tren Global, Harusnya Bahasa Mandarin

“Kita sudah panggil hacker kita, jago-jago banget orang Indonesia, di dunia juga ditakuti. Saya panggil, dibayar sih. Sudah dites,” ujarnya. 

Purbaya menambahkan, langkah ini bukan yang pertama. Ia mengaku sudah lama memanfaatkan jasa para ethical hacker sejak masih bertugas di LPS. 

Adsense

“Dulu saya juga pernah kerja bareng satu orang dari Polhukam, jago jaringan dan hacking, pernah dilatih enam bulan di Rusia. Jadi kayak KGB (agen intelijen Rusia) juga dia," katanya sambil tertawa. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense