BREAKING NEWS
 

Mendagri Dan Menkeu Bersinergi Kawal Transformasi Fiskal Daerah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 26 Oktober 2025 19:21 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinergi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi kunci dalam mengawal transformasi fiskal daerah menuju tata kelola keuangan yang transparan, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam mewujudkan sistem fiskal daerah yang lebih efisien dan berdampak langsung bagi publik.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, pengalihan sebagian Transfer ke Daerah (TKD) merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas belanja daerah.

“Langkah ini bukan pemangkasan, melainkan strategi agar daerah lebih mandiri dan memiliki tata kelola keuangan yang sehat,” ujar Tito, dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025). 

Senada, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta kepala daerah memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki kualitas pengelolaan anggaran dan meningkatkan efektivitas belanja publik.

Baca juga : Kemenhub Berkomitmen Wujudkan Transportasi Rendah Karbon

“Total dana ke daerah tahun 2025 tetap sekitar Rp1.300 triliun. Sebagian akan dialokasikan melalui kementerian agar penggunaan anggaran lebih terarah dan berdampak nyata,” jelas Purbaya.

Langkah tersebut mempertegas sinergi antara Kemendagri dan Kemenkeu dalam mengarahkan belanja daerah agar lebih produktif serta berfokus pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam kerangka sinergi fiskal nasional, kedua kementerian memiliki peran yang saling melengkapi. Kemenkeu berperan mengatur alokasi, penyaluran, dan pengawasan TKD untuk memastikan setiap rupiah dana publik disalurkan secara efisien dan tepat waktu.

Adsense

Kemendagri bertugas mengawal aspek teknis pengelolaan dan pengalihan TKD di daerah, memastikan anggaran digunakan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Keduanya juga bersinergi mengendalikan inflasi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui percepatan realisasi belanja serta penguatan daya beli masyarakat.

Baca juga : Terima Inbreng Lahan 5,6 Triliun, GMF Aero Asia Perkuat Transformasi

Dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana, Ricky Ekaputra Foeh, menilai sinergi Mendagri dan Menkeu menjadi tonggak baru dalam reformasi fiskal nasional.

“Untuk pertama kalinya, dua kementerian strategis ini bergerak dalam satu garis kebijakan fiskal terpadu. Kemendagri memperkuat fungsi pengawasan belanja daerah, sementara Kemenkeu memperkuat disiplin fiskal melalui regulasi penyaluran TKD,” ujarnya.

Menurut Ricky, perbedaan data antara Bank Indonesia, Kemenkeu, dan Kemendagri terkait dana mengendap di daerah bukan indikasi kelemahan, melainkan sinyal bahwa transparansi pelaporan fiskal kini menjadi perhatian serius.

“Jika dulu perbedaan data dianggap masalah, kini justru menjadi momentum membangun sistem pelaporan fiskal yang real-time dan kredibel. Sinergi dua kementerian ini bisa menjadi katalis terbentuknya portal fiskal nasional yang terintegrasi,” imbuhnya.

Ricky menegaskan, keberhasilan sinergi fiskal nasional akan ditentukan oleh integrasi data antarlembaga. Ia menyoroti pentingnya keterhubungan antara Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) milik Kemendagri, Treasury System milik Kemenkeu, dan BI Monitoring System agar posisi kas daerah dapat dimonitor setiap hari secara otomatis.

Baca juga : Kapolri Siap Bersinergi Hadapi Kebakaran Hutla

Lebih jauh, ia menilai kolaborasi ini akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah.

“Sinergi fiskal bukan sekadar administrasi data, melainkan bagaimana uang publik berputar kembali ke masyarakat. Ketika belanja daerah cepat dan tepat sasaran, ekonomi lokal bergerak, daya beli meningkat, dan inflasi terkendali,” tegas Ricky. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense