RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa gagasan industrialisasi telah menjadi bagian penting dalam pemikiran ekonomi Indonesia sejak masa para pendiri bangsa. Industrialisasi dipandang sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Industrialisasi bukan sekadar pembangunan pabrik atau pertumbuhan ekonomi, melainkan perubahan peradaban yang menghadirkan kesejahteraan rakyat. Ia adalah mesin pencipta lapangan kerja produktif, penggerak inovasi, dan penopang peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Faisol pada Rapat Kerja Kementerian Perindustrian 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menurut dia, industrialisasi turut membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan kesehatan, serta menjadi instrumen penting penurunan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan. Melalui pendekatan yang tepat, industrialisasi diyakini dapat memperkuat struktur ekonomi nasional dan mendorong terwujudnya masyarakat makmur yang berkeadilan.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka kebijakan menyeluruh yang mengatur arah pembangunan industri ke depan. Strategi tersebut disusun untuk membangun ekosistem industri yang tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.
Baca juga : INARI Expo 2025 Jadi Magnet Inovasi Dan Teknologi Nasional
“SBIN diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi, membangun kemandirian industri pertahanan, serta mengembangkan ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan. Selain itu, strategi ini menekankan pentingnya akselerasi industrialisasi di luar Pulau Jawa agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” ucap Faisol.
Ia menjelaskan, SBIN juga mendorong investasi di bidang pengembangan sumber daya manusia, sains, dan teknologi, serta penerapan prinsip industri hijau yang menjaga kelestarian alam dan budaya bangsa. Seluruh agenda tersebut, kata dia, selaras dengan Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dalam bidang ketahanan pangan, SBIN mendorong industrialisasi sektor agro dengan mengolah komoditas lokal seperti sagu, rumput laut, kelapa, dan kakao agar bernilai tambah tinggi. Sementara di bidang energi, pengembangan biomassa dan bioenergi berbasis sumber daya desa menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian energi nasional.
Selain itu, SBIN juga memperkuat pengembangan industri farmasi bahan alam, pangan bergizi, serta nutraceutical guna mendukung pembangunan generasi unggul. Di sektor pendidikan, strategi ini mendorong revitalisasi sekolah vokasi dan pembentukan model Sekolah Rakyat Industri yang terhubung dengan dunia usaha.
Baca juga : Wujudkan Asta Cita, Kemenperin Luncurkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional
Dalam agenda pemberdayaan ekonomi desa, Faisol menekankan pentingnya menjadikan desa sebagai simpul awal rantai nilai industri nasional. Melalui penguatan koperasi dan industri kecil dan menengah (IKM) desa, nilai tambah produk dapat tercipta langsung di sumbernya sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
“Dengan model ini, ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal akan menjadi fondasi utama industrialisasi. Nilai tambah yang tercipta akan berputar di desa dan menjadi motor pemerataan pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Faisol menambahkan, SBIN juga mendukung pengembangan Wilayah Pusat Produksi Industri (WPPI) dan kawasan industri sebagai pusat produksi dan ekspor produk unggulan dari desa industri, termasuk standardisasi produk dan digitalisasi rantai pasok untuk memperkuat daya saing global.
Ia mengibaratkan Agenda Prioritas Presiden sebagai komposisi lagu, sementara SBIN sebagai partitur yang memastikan setiap instrumen memainkan harmoni yang utuh.
Baca juga : Menperin Targetkan RI Jadi Pusat Inovasi Tekstil Dunia
“Dalam orkestra besar ini, Kementerian Perindustrian berperan sebagai konduktor yang memastikan program berjalan efektif dan sinergi lintas sektor terjaga, sehingga tujuan besar pembangunan industri nasional dapat terwujud,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.