Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wujudkan Asta Cita, Kemenperin Luncurkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional
Senin, 27 Oktober 2025 17:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai arah baru pembangunan sektor industri untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, SBIN dirancang sebagai cetak biru industrialisasi jangka panjang yang menempatkan sektor industri sebagai tulang punggung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“SBIN bukan sekadar kebijakan sektoral Kemenperin, tetapi strategi nasional untuk memastikan industri Indonesia tidak hanya bertahan, melainkan tumbuh dan berdaulat,” kata Agus saat membuka Rapat Kerja Kemenperin 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menurut Agus, strategi tersebut menjadi respons atas perubahan global yang cepat, penuh ketidakpastian, dan sarat disrupsi seperti pandemi COVID-19, perang dagang, serta transisi energi dunia.
Baca juga : Kemendikdasmen Wujudkan Arah Asta Cita Lewat Pendidikan Bermutu untuk Semua
SBIN dibangun di atas empat pilar utama, yakni industrialisasi berbasis sumber daya alam, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Industrialisasi berbasis sumber daya alam diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara agar bernilai tambah tinggi.

“Penguasaan teknologi dan pembangunan industri hijau akan menjadi kunci bagi pertumbuhan masa depan. Industrialisasi sejati tidak boleh mengorbankan lingkungan, melainkan menciptakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam,” ujarnya.
Menperin menegaskan, perlindungan terhadap pasar domestik menjadi prioritas utama karena sekitar 80 persen output industri nasional diserap pasar dalam negeri. Pemerintah akan memperkuat kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mengoptimalkan instrumen tarif dan non-tarif untuk mengendalikan impor produk jadi.
Selain memperkuat pasar dalam negeri, Kemenperin juga akan mendorong ekspansi industri nasional ke pasar global melalui diversifikasi ekspor dan diplomasi industri yang lebih proaktif. Negara-negara non-tradisional menjadi target utama pengembangan pasar, termasuk untuk produk kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Baca juga : Lindungi Generasi Muda, Pemerintah Gencarkan Perang terhadap Narkoba
Agus menambahkan, investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi juga akan ditingkatkan, terutama pada sektor mineral strategis, kimia dasar, farmasi, komponen elektronik, dan pangan. Setiap investasi diharapkan memberi efek berganda berupa penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas.
Kemenperin juga memperluas program pendidikan vokasi dan link and match dengan dunia usaha agar tenaga kerja industri siap menghadapi era digitalisasi manufaktur dan industri 4.0. “Sumber daya manusia industri harus menjadi penggerak transformasi, bukan sekadar penonton perubahan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyoroti pentingnya reformasi regulasi yang adaptif dan pro-pertumbuhan. Regulasi yang sederhana, terukur, dan berbasis data dinilai penting untuk mempercepat investasi dan menutup celah impor produk yang merugikan industri nasional.
Lebih lanjut, sinergi lintas kementerian juga akan diperkuat, termasuk dengan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian ATR/BPN, Kemendag, dan BRIN, untuk memastikan ketersediaan energi, lahan, insentif, serta dukungan riset bagi industri.
Baca juga : Ditjen Bina Adwil Kemendagri-KLH Matangkan SKB Program Bersih Nasional
“Industri nasional harus menjadi motor penggerak utama menuju kemandirian ekonomi. Kita ingin industri yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, yang memberi manfaat nyata bagi rakyat,” kata Agus.
Menperin menegaskan, SBIN akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045, melalui industrialisasi yang inklusif, berdaulat, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya