Dark/Light Mode

Menkop: Koperasi Jadi Instrumen Percepat Realisasi Program Strategis Pemerintah

Kamis, 23 Oktober 2025 08:09 WIB
Menkop Ferry Juliantono (tengah) saat Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) di Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)
Menkop Ferry Juliantono (tengah) saat Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) di Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Melalui sinergi dalam Program Strategis Pemerintah (PSP), koperasi akan menjadi instrumen pelaksana di lapangan, terutama Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Bukan hanya sebagai lembaga ekonomi rakyat, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat realisasi program pangan, energi, dan pemberdayaan desa.

"Saat ini, kita memasuki era pembaruan gerakan koperasi, sebuah era dimana koperasi tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif. Tetapi, harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang moderen, profesional, dan berdaya saing tinggi," kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, usai menghadiri Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan sejumlah pimpinan Kementerian/Lembaga lainnya.

Baca juga : Pengamat: Prabowo Jadikan Pemberantasan Korupsi Sebagai Strategi Pembangunan Nasional

Ferry mengatakan melanjutkan, semua pihak harus bisa menjadi motor penggerak perubahan, mengawal transformasi koperasi menuju digitalisasi, memperkuat tata kelola, dan memperluas jejaring usaha.

"Kita ingin koperasi tidak hanya hadir di pinggiran ekonomi, tetapi berdiri sejajar dengan pelaku usaha besar dan menjadi bagian integral dari rantai pasok nasional, bahkan global," kata Ferry. 

Ia menambahkan, gudang dan gerai Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia sedang dalam tahap pembangunan yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara.

"Saat ini, lahan untuk membangun Kopdes Merah Putih tersedia sekitar 1.000-an titik dan akan segera dibangun," kata Ferry.

Baca juga : Menkop Ajak GP Ansor Atasi Masalah Desa Lewat Program Kopdes Merah Putih

Terkait ketersediaan lahan, Ferry menjabarkan bahwa saat ini masih proses mengidentifikasi lahan tersedia untuk Kopdes/Kel Merah Putih.

"Targetnya, di akhir November sudah teridentifikasi seluruh lahan yang diperlukan," ujarnya.

Ferry mengakui, perlu kerja keras untuk mendapatkan 2.000 titik perhari agar semua sudah selesai dibangun di Maret 2026 mendatang.

"Terkait pembangunan ini, perlu dilakukan penyesuaian terhadap PMK 49 dan PMK 63," ungkap Ferry. 

Baca juga : Ini Cara Pertamina NRE Percepat Komersialisasi Energi Bersih

Lebih lanjut Ferry mengatakan, kehadiran lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program strategis pemerintah, bakal menyerap tenaga kerja setidaknya sekitar 681 orang (per 14 September 2025).

"Sampai Desember 2025, kita targetkan di atas satu juta orang, atau sekitar 1,385 juta orang," ucap Ferry. 

Ia mengatakan pihaknya juga sudah membuka rekrutmen untuk program Kopdes Merah Putih tahun 2025 sebanyak 9.104 posisi. Diantaranya, posisi Asisten Bisnis sebanyak 8.000 orang, Project Management Office (PMO) provinsi 76 orang, dan PMO kabupaten/kota sebanyak 1.028 orang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.