RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (4/11/2025). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan inovasi dan peningkatan daya saing industri alas kaki nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Agus menegaskan bahwa industri alas kaki merupakan salah satu subsektor unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional, terutama karena kontribusinya terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja.
“Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 8,31 persen secara tahunan (year on year), jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen,” ujar Agus Gumiwang.
Baca juga : Menteri PKP Targetkan BSPS Di Bogor Naik Dua Kali Lipat
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 53.333 unit usaha kecil di sektor ini dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 159.454 orang. Sementara itu, industri menengah dan besar tercatat sebanyak 737 unit usaha yang mempekerjakan sekitar 571.156 tenaga kerja.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan positif, Agus menilai Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan posisi di pasar global.
“Sekarang Indonesia berada di peringkat keenam sebagai eksportir alas kaki dunia. Kita harus belajar dari negara di posisi kelima dan keempat, agar bisa mengejar dan melampaui mereka. Saya yakin kita bisa,” katanya.
Agus menjelaskan, sekitar 80 persen industri alas kaki nasional masih terpusat di Pulau Jawa, sedangkan sisanya tersebar di wilayah lain. Jawa Barat menjadi pusat utama bahan baku dan industri pendukung, sementara DKI Jakarta mencatat tingkat konsumsi alas kaki per kapita tertinggi.
Baca juga : Wujudkan Asta Cita, Kemenperin Luncurkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional
“Peran Jawa Timur juga sangat penting. Provinsi ini menjadi pusat produksi utama alas kaki nasional,” ujar Menteri Agus.
Menperin juga menyoroti tumbuhnya berbagai merek lokal yang semakin dikenal masyarakat luas. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), hingga periode perlindungan Desember 2021–Desember 2031, tercatat 23.010 merek alas kaki nasional yang telah terdaftar atau sedang dalam proses perlindungan hukum.
“Banyak merek lokal yang kini disukai masyarakat, baik melalui jaringan ritel maupun platform e-commerce,” tutur Agus.
Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo, Diplomasi Investasi Melesat
Beberapa merek nasional yang semakin populer di antaranya Eagle, Kasogi, Ardiles, Brodo, Pakalolo, Bucheri, Prabu, Ortuseight, League, Pierro, Nine Ten (910), Mills, dan Yongki Komaladi.
Dengan dukungan ekosistem industri yang semakin kuat, Agus optimistis akan lahir lebih banyak merek kenamaan nasional di masa mendatang.
“Produk alas kaki Indonesia sudah memiliki kualitas tinggi, harga bersaing, dan mudah diakses masyarakat. Ini modal besar untuk menembus pasar global,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.