RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memperkuat Pembinaan Ideologi Pancasila di kalangan anak muda, akademisi, dan khalayak umum. Kali ini, BPIP hadir di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam Sosialisasi 'Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya'.
Hadir sebagai narasumber di antaranya Wakil Gubernur Sultra Hugua, Rektor IAIN Kendari Husain Insawan, Guru Besar IAIN Kendari Faizah Binti Awad, dan Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP Achdyat. Pada sesi dialog interaktif, juga diikuti oleh seribu akademisi, mahasiswa, dan tokoh daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengungkapkan pancasila bukan sekadar simbol negara atau dokumen sejarah tapi 'Way Of Life'. Pancasila lahir dari rahim sejarah, digali dari nilai-nilai luhur nusantara, dan disepakati sebagai dasar negara yang menyatukan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku, bahasa, serta beragam agama dan budaya.
"Kita semua bertanggung jawab memastikan Pancasila bukan hanya dibicarakan, tapi dihidupkan dan diperjuangkan," tandas Yudian.
Baca juga : UIN Alauddin Makassar dan MIU Iran Sepakat Perkuat Jejaring Akademik Global
Sementara itu, dalam paparannya, Achdyat mengajak peserta dialog untuk merenungkan posisi manusia dalam ekosistem digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
"Apakah benar kita yang menggenggam dunia digital, atau justru kita yang sedang digenggam olehnya?" ujar Achdyat.
Menurutnya, fenomena ini menggambarkan dilema besar generasi muda di era teknologi yang serba cepat. Setiap hari anak muda tak bisa lepas dari gadget.
"Hal pertama yang kita cari saat bangun tidur itu apa? Handphone. Bahkan, banyak yang bilang lebih baik kehilangan dompet atau cinta daripada kehilangan HP. Ini bukti betapa kuatnya pengaruh dunia digital terhadap cara berpikir dan berperilaku kita," terangnya.
Baca juga : BRI Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Lingkungan Lewat Penanaman Mangrove
Oleh karena itu, Achdyat berharap anak muda tetap menjadikan Pancasila sebagai kompas moral. Agar tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan dan kehilangan jati diri sebagai bangsa yang beradab.
Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang pancasilais dan berkarakter kebangsaan.
"Generasi muda hari ini harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari," tukasnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio mengingatkan bahwa Pancasila adalah rumah bersama yang memeluk segala perbedaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga : BCA Syariah Ajak Mahasiswa UNAIR Mengenal Bank Syariah
"Mari kita jadikan Pancasila sebagai laku hidup yang mendarah daging dalam setiap ucapan dan perbuatan sehari-hari," ajaknya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.