Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
UIN Alauddin Makassar dan MIU Iran Sepakat Perkuat Jejaring Akademik Global
Kamis, 6 November 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terus memperluas kiprahnya di kancah internasional. Kali ini, kampus yang dikenal sebagai Kampus Peradaban tersebut menjalin kesepahaman akademik dengan Al-Mustafa International University (MIU) Iran.
Kunjungan resmi delegasi MIU yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Ali Abbasi disambut hangat oleh Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan Juhannis, beserta jajaran pimpinan kampus di Ruang Rapat Rektor, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Hamdan menegaskan komitmen UIN Alauddin untuk memperkuat kerja sama akademik lintas negara, khususnya dengan universitas-universitas Islam terkemuka dunia.
“Kami memiliki hubungan yang sangat baik antara universitas Anda dan universitas kami,” ujar Prof. Hamdan dalam bahasa Inggris.
Baca juga : Kisah Pelaut PIS Hadapi Ombak, Bajak Laut, dan Tantangan Global
Ia juga mengungkapkan bahwa UIN Alauddin tengah menyiapkan program pengiriman dosen untuk mengikuti short course di Iran. Daftar calon peserta bahkan sudah disusun sebagai bentuk keseriusan kampus dalam memperluas wawasan akademik para tenaga pengajar.
Sementara itu, Rektor MIU Iran, Prof. Ali Abbasi, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya di Makassar. Ia menyebut kunjungan tersebut merupakan yang ketiga kalinya ke Indonesia, sekaligus momentum penting untuk mempererat kolaborasi akademik antarnegara.
“Saya sangat berharap penguatan dan perluasan hubungan akademik antara Iran dan Indonesia,” ujar Prof. Abbasi dalam bahasa Persia yang diterjemahkan oleh Abdullah Beik, M.A.
Dalam pemaparannya, Prof. Abbasi menjelaskan bahwa MIU merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam dengan orientasi internasional, memiliki lebih dari 150 program studi yang terbagi dalam tiga rumpun besar: studi Islam murni, ilmu humaniora berperspektif Islam, serta studi bahasa dan budaya.
Baca juga : Lewat Riset dan Inovasi Terpadu, Astra Agro Perkuat Daya Saing Sawit Nasional
Menariknya, sekitar 97–98 persen mahasiswa MIU berasal dari lebih 120 negara, termasuk Indonesia, dengan pengajaran dalam 21 bahasa, di antaranya Bahasa Melayu (Indonesia).
Menanggapi ketertarikan UIN Alauddin dalam pengembangan sains dan teknologi, Prof. Abbasi menegaskan kesiapan MIU menjadi penghubung antara UIN Alauddin dan universitas-universitas Iran yang unggul di bidang tersebut.
“Kami siap menjadi jembatan kerja sama antara UIN Alauddin Makassar dengan perguruan tinggi di Iran,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas sejumlah agenda konkret, seperti finalisasi Memorandum of Understanding (MoU), program pertukaran profesor (professor exchange), serta rencana penelitian bersama.
Baca juga : Raisa, Sudah Sepakat Cerai Dengan Hamish Daud
Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan kenang-kenangan khas Iran, sebagai simbol persahabatan akademik dan komitmen memperkuat jejaring global antara UIN Alauddin Makassar dan MIU Iran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya