Sebelumnya
Pigai menegaskan, semangat tersebut menjadi inspirasi bagi Kementerian HAM menegakkan hak asasi manusia di Tanah Air. Selain Gus Dur, Pigai juga menetapkan nama ruang Marsinah untuk ruang pelayanan HAM di lantai satu kantor kementerian. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja dan keadilan sosial di Indonesia.
“Marsinah adalah wajah keberanian dalam memperjuangkan martabat manusia. Penamaan ini adalah wujud penghormatan kami terhadap perjuangannya, yang menjadi bagian penting dari sejarah HAM Indonesia,” kata Pigai.
Baca juga : 3 Kali Pemilu Lolos Terus, NasDem Usul PT 7 Persen
Marsinah dikenal sebagai buruh pabrik yang dibunuh secara keji pada 1993 setelah menuntut hak-hak dasar pekerja, termasuk upah layak, kebebasan berserikat, dan perlakuan manusiawi di tempat kerja. Kasusnya yang belum tuntas hingga kini menjadi simbol pelanggaran HAM dan kegagalan negara melindungi pembela kebenaran.
Pigai berharap, penamaan ruangan tersebut menjadi pengingat moral bagi seluruh pegawai Kementerian HAM agar terus berpihak pada mereka yang tertindas. “Semangat Marsinah adalah semangat kemanusiaan. Dengan menamai ruangan ini sebagai ruang Marsinah, kami ingin memastikan dedikasi dan pengorbanannya tidak hilang ditelan waktu,” tegas Pigai. ASI
Baca juga : Gubernur Banten Ambil Langkah Aktif Dan Solutif
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 12 November 2025 dengan judul "Setelah Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Gus Dur Dan Marsinah Jadi Nama Gedung Di Kemenham"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.