Sebelumnya
Dia mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan ormas, penguatan koordinasi pusat–daerah, serta pembenahan mekanisme pembinaan yang lebih terarah.
“Pengendalian aktivitas ormas tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan nasional,” katanya.
Baca juga : NasDem Sumsel Tekankan Loyalitas Kader Dan Pengurus
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menyoroti praktik premanisme yang dinilai masih menghambat iklim investasi. Menurutnya, fenomena tersebut berkontribusi besar terhadap tingginya biaya investasi maupun produksi.
“Sebagian besar lembaga research survei disebutkan bahwa ini berkontribusi 15 sampai 40 persen terhadap cost of investment dan cost of production dalam investasi kita. Ini sudah nggak boleh lagi,” tegas Todotua. ASI
Baca juga : Jaga Kedaulatan Digital, Gerindra Berharap Regulasi AI Dikebut
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 24 November 2025 dengan judul "Dari Jalanan Masuk Ke Instansi Pemerintah Waspadai Wajah Baru Premanisme"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.