BREAKING NEWS
 

Harga Emas Meroket, Kemendagri Ingatkan Pemda Waspada Inflasi

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 24 November 2025 23:01 WIB
Emas ANTAM. (Foto: Dok. ANTAM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga emas global meroket dan membawa dampak langsung pada inflasi domestik. Di dalam negeri, komoditas emas menjadi penyumbang utama inflasi nasional, baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year).

Melihat kondisi itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat monitoring harga di wilayah masing-masing.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menjelaskan, inflasi nasional pada Oktober 2025 secara year-on-year tercatat sebesar 2,86 persen, dan inflasi bulanan mencapai 0,28 persen. Salah satu penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut adalah emas, bersanding dengan kenaikan harga sejumlah komoditas volatile food.

Baca juga : BPW: Perkuat HAM Demi Perlindungan Anak Dan Perempuan Di Indonesia

“Komoditas yang menjadi penyumbang andil inflasi year-on-year terbesar di bulan Oktober 2025 adalah emas perhiasan, cabai, dan beras,” ujarnya, dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin(24/11/ 2025).

Adsense

Secara month-to-month, emas mencatat andil tertinggi sebesar 0,21 persen. Di bawahnya berturut-turut cabai merah sebesar 0,06 persen, telur ayam ras 0,04 persen, daging ayam ras 0,02 persen, dan wortel 0,01 persen.

Wiyagus menjelaskan, kenaikan harga emas di Indonesia tidak terlepas dari lonjakan harga emas global yang dipicu meningkatnya permintaan. “Emas menjadi salah satu komoditas yang mendorong inflasi, baik secara year-on-year maupun month-to-month, karena tingginya harga internasional akibat meningkatnya permintaan. Dampaknya, harga emas di Indonesia juga melonjak hingga mencapai Rp 2.237.000 per gram,” katanya.

Baca juga : Satu Klik, Satu Dampak: Kemkomdigi Ingatkan Pentingnya Literasi Digital

Mantan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri itu mengutip laporan World Gold Council yang menunjukkan, emas merupakan instrumen investasi utama masyarakat Indonesia. Tingginya minat masyarakat, di tengah keterbatasan pasokan, turut mendorong kenaikan harga. “Emas menjadi instrumen pilihan investor Indonesia untuk membangun ketahanan finansial dan menyisihkan dana darurat,” ujarnya.

Melihat kontribusi komoditas pangan dan nonpangan yang masih signifikan terhadap inflasi, Wiyagus meminta Pemda meningkatkan kewaspadaan. Mantan Asisten Utama Kapolri bIdang Operasi itu menekankan pentingnya pemantauan harga yang rutin, terkoordinasi, dan berbasis data aktual. “Dengan monitoring yang tepat, langkah kebijakan yang diambil pun dapat lebih cepat menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi kabupaten/kota year-on-year tertinggi pada Oktober terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 6,70 persen dengan IHK 113,49. Inflasi terendah tercatat di Kota Bandar Lampung sebesar 0,43 persen dengan IHK 107,21. Adapun deflasi tercatat di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 0,19 persen dengan IHK 107,96.

Baca juga : Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

BPS juga menegaskan, emas merupakan penyumbang utama inflasi. “Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utama pendorong inflasi kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil sebesar 0,68 persen. Pada sisi month-to-month, kelompok ini juga memberi andil inflasi sebesar 0,21 persen, yang sepenuhnya dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan pada Oktober 2025,” kata BPS dalam keterangannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense