BREAKING NEWS
 

Mendagri Soal Akses Anak Ke Sekolah

Presiden Tak Mau Lagi Ada Siswa Lewati Jembatan Tali

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 30 November 2025 06:55 WIB
Mendagri Tito Karnavian. Foto: Dokumentasi Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggeber pendataan jembatan rusak menuju sekolah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan tak ada lagi siswa yang harus melepas baju, menyeberangi sungai atau melewati jembatan tali demi bisa belajar.

Wakil Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu meminta Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan pendataan akses atau jembatan khusus pejalan kaki yang rusak menuju satuan pendidikan di masing-masing wilayah.

Baca juga : OSO: Suara Rakyat Daerah Harus Dijaga Dan Diperjuangkan

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden yang menerima banyak laporan mengenai sulitnya akses bagi anak-anak sekolah, terutama di daerah terpencil.

“Sehingga mereka harus berjuang untuk bisa ke sekolahnya. Ada yang harus melewati sungai, ada yang harus melewati jembatan gantung, tali, yang tidak layak dan membahayakan,” ujar Tito saat memimpin rapat Koordinasi (Rakor) menangani keterbatasan akses atau jembatan menuju satuan pendidikan yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Baca juga : Atasi Gesekan Antar Umat Beragama, PKB Gelar Kemah Pemuda Lintas Iman

Tito menegaskan, Presiden sangat tersentuh dengan kondisi jembatan rusak yang masih digunakan para siswa. Karena itu, Rakor digelar untuk menginventarisasi seluruh jembatan rusak menuju sekolah di berbagai daerah.

Adsense

“Jembatan yang diperlukan untuk akses anak sekolah, baik yang tidak punya jembatan sehingga harus menyeberangi sungai dengan membuka baju, maupun yang sudah ada tetapi tidak layak,” jelasnya.

Baca juga : Ekonomi Kuartal IV-2025 Diprediksi Tembus 5,6 Persen

Mantan Kapolri itu menyampaikan, Presiden telah menyiapkan crash program untuk membangun atau memperbaiki jembatan-jembatan yang menjadi akses utama menuju sekolah. Program ini akan dibiayai dana cadangan pemerintah pusat dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, pelaksanaannya memerlukan data akurat dari Pemda.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense