Sebelumnya
Di Aceh, lebih dari 1.267 site Telkomsel terdampak (64,51 persen). Di Sumut, 577 site atau lebih dari 1.000 BTS masih terganggu, salah satunya akibat putusnya ruas backbone Sibolga–Barus. Di Sumbar, 96 site masih padam karena jalur terisolasi.
Menkomdigi menegaskan pemerintah dan operator akan all-out menjaga stabilitas layanan telekomunikasi sebagai infrastruktur vital saat bencana.
“Dengan kerja bersama, kita lakukan percepatan agar masyarakat bisa kembali terlayani secara penuh,” tutup Meutya. Operator dan pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama masa darurat.
Sapa Anak Pengungsi
Usai memimpin Rakor, Meutya langsung bergerak menuju Posko Trauma Healing Kemkomdigi di pelataran Masjid Alhafiz, Hamparan Perak, Deli Serdang.
Baca juga : Demi Aksi Hijau, PKB Jabar Genjot Kader
Banjir besar yang melanda wilayah itu tidak hanya merusak rumah dan jaringan komunikasi, tetapi juga mengguncang mental warga, terutama anak-anak.
Di posko pengungsian, Meutya disambut riuh rendah bocah-bocah. Meutya duduk lesehan bersama anak-anak, membuat suasana bertambah hangat. Beberapa anak tampak malumalu, tapi banyak pula yang berebut mendekat. Dalam salah satu foto, anak-anak menunjukkan gestur ceria seperti mengacungkan jari atau tersenyum lebar ke kamera.
“Anak-anak ini luar biasa kuat. Trauma healing penting agar mereka bisa kembali merasa aman,” kata Meutya.
Posko Trauma Healing yang diinisiasi Kemkomdigi ini memang dirancang menjadi ruang pemulihan psikososial. Mulai dari sesi konseling, permainan edukatif, hingga aktivitas relaksasi yang dipandu fasilitator. Di sela aktivitas itu, Meutya berbincang dengan para orang tua yang mengaku sedikit lega melihat anak-anak mereka kembali tertawa.
Baca juga : BNPT Sebar Antidrone Di Sejumlah Objek Vital
“Kehadiran posko seperti ini sangat membantu. Anak-anak jadi tidak murung lagi,” ujar seorang ibu yang sejak pagi menemani putrinya mengikuti kegiatan.
Kepala Desa Hamparan Perak, Muhammad Helmi, menyebut kunjungan Meutya membawa energi baru bagi warga. “Beliau satu-satunya menteri yang datang langsung ke sini. Warga merasa diperhatikan,” ucapnya.
Sambil menyapa anak-anak, Meutya memastikan bantuan komunikasi darurat, jaringan telekomunikasi, serta layanan publik lain terus dikoordinasikan. “Pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pemulihan fisik dan jaringan. Kita ingin masyarakat benarbenar pulih,” tegasnya.
Kunjungan itu ditutup dengan sesi foto bersama. Tampak puluhan anak memadati area depan kamera. Sebagian berpose lucu, sebagian lagi hanya memeluk teman di sebelahnya.
Baca juga : Presiden Prabowo Apresiasi BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI
Tidak hanya di Hamparan Perak, Komdigi juga mendirikan sejumlah Posko Pusat Informasi dan Media Center untuk mendukung komunikasi darurat serta koordinasi penanganan bencana.
Di Provinsi Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Aceh. Di Sumatra Barat, posko berada di Kompleks Kantor Gubernur Sumbar. Sementara di Sumatra Utara, posko beroperasi di tiga titik: Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan di Tapanuli Tengah, serta Hamparan Perak di Deli Serdang.
Posko-posko ini berfungsi sebagai ruang kerja jurnalis, pusat konferensi pers, sekaligus titik koordinasi lapangan bagi Komdigi, operator seluler, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, posko juga menjadi pusat pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitoring (Balmon) serta ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan konten penanganan bencana. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.