RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia langsung menggelar rapat darurat setibanya di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Selasa (2/12/2025) malam, di tengah kondisi kelistrikan yang masih kerap padam usai bencana banjir dan tanah longsor Sumatera. Dalam musibah ini, Sumut bukanlah satu-satunya provinsi terdampak. Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) juga mengalami nasib serupa.
Rapat dengan penerangan tak stabil di kantor Bupati Tapteng itu memuat satu pesan utama: pemulihan listrik harus tuntas pekan ini.
Bahlil datang dengan formasi lengkap: Gubernur Sumut, Bupati Tapteng, hingga Direktur Utama PLN dan Pertamina. Misinya satu, menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan “nadi” masyarakat kembali tersambung secepat mungkin.
"Sekarang tower-tower yang jatuh, materialnya sudah ada. Saya minta kepada PLN, Insya Allah hari Jumat semuanya clear. Jumat malam, kita doakan lampu sudah nyala sebagaimana mestinya," ujar Bahlil usai rapat konsolidasi darurat.
Baca juga : Bahlil Susuri Lumpur Bireuen, Kebut Pemulihan Listrik
Fokus utama pemerintah: pembangunan Tower Emergency (TE1) menggantikan Tower T61 yang roboh di jalur SUTT Tarutung–Sibolga kini sudah mencapai progress 70 persen. Sementara progress jalur SUTT Bireuen–Arun kini mencapai 60 persen.
Gardu Induk Sibolga sudah beroperasi penuh sejak 2 Desember lalu. Sehingga, begitu transmisi tersambung, listrik langsung bisa dialirkan ke masyarakat.
Data pemulihan per 3 Desember 2025 pukul 13.00 WIB menunjukkan, 87 persen atau 473.055 pelanggan terdampak sudah kembali menikmati listrik. Pemulihan beban tercatat 93,4 persen (246,63 MW), didukung pulihnya 96 penyulang utama.
Masih ada 70.993 pelanggan yang belum menyala di delapan UP3 terdampak, termasuk Sibolga dan Padang Sidimpuan. Penyelesaian sisa ini bergantung pada perbaikan tower dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga : Martin Manurung Kirimkan Bantuan Logistik ke Tapanuli Tengah dan Sibolga
"Ini adalah bentuk keseriusan atas arahan dan perintah Bapak Presiden ketika kemarin datang, untuk memastikan agar listrik di minggu ini selesai," tegas Bahlil.
Sembari menunggu jalur utama pulih, pemerintah menyiapkan mitigasi darurat. Sebanyak 40 genset berkapasitas 6.000 Watt dan 200 lampu darurat sudah diserahkan kepada Bupati Tapteng untuk diprioritaskan ke lokasi-lokasi vital.
"Nanti, semuanya kita serahkan kepada Bapak Bupati. Beliau yang tahu di mana titik-titik yang akan dipakai, sambil menunggu optimalisasi dari hari Jumat malam," ujar Bahlil.
Untuk BBM dan LPG, Bahlil memerintahkan Pertamina mengatur ulang pola operasi. Jam operasional SPBU kini menjadi 24 jam, total SPBU aktif dinaikkan dari tiga menjadi lima unit, dan kewajiban barcode sementara dihapus agar warga mudah mengakses BBM.
Baca juga : Rusli Habibie Minta Penanganan Lingkungan Lebih Strategis dan Terintegrasi
Jalur suplai LPG juga digeser dari Dumai ke Padang untuk menghindari cuaca buruk, ditambah empat kapal khusus yang akan melayani rute Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Nias.
Bahlil menutup rapat dengan keputusan bermalam di Posko Siaga Bencana di Sibolga untuk memantau langsung progres teknis. Setelah perjalanan panjang dari Aceh, Bireuen, hingga Tapanuli Selatan, Bahlil ingin memastikan pemulihan berjalan tanpa hambatan.
"Saya Menteri ESDM, hanya ingin memastikan perintah Bapak Presiden, agar listrik bisa segera. LPG harus ada, BBM harus jalan. Itu tugas tupoksi saya yang diperintah Bapak Presiden untuk datang ke sini," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.