RM.id Rakyat Merdeka - Keberhasilan Pemerintah Kota Yichang, Provinsi Hubei, China, mensejahterakan 1,3 juta warga yang direlokasi akibat pembangunan Bendungan Tiga Ngarai, menjadi rujukan penting bagi Indonesia.
Tiga dekade setelah relokasi besar-besaran, wilayah tersebut tumbuh menjadi kawasan transmigrasi modern dengan sektor pertanian, industri rumah tangga dan pariwisata yang berkembang pesat.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, banyak pelajaran yang dapat diambil dari proses relokasi tersebut.
Baca juga : Gubernur-Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama
“Kami belajar banyak dari proses pembangunan ini. Terutama bagaimana relokasi sekitar 1,3 juta penduduk dilakukan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/12/2025).
Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan ke Desa Xujiachong, China, Senin (13/10/2025). Menurut Iftitah, pada awalnya, Pemerintah desa setempat sempat khawatir soal pekerjaan dan kualitas hidup warga setelah dipindahkan.
Namun, Pemerintah China menjawab kekhawatiran tersebut melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Hasilnya, tingkat kesejahteraan masyarakat terdampak relokasi meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan sebelum berpindah.
Baca juga : Gerindra Acungkan Jempol Ke Pemerintah
Iftitah mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai sektor. Termasuk komoditas jeruk dan teh, serta penguatan industri rumah tangga yang kini menembus pasar ekspor.
Dia menegaskan, pembelajaran dari Yichang akan semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Pemerintah China, terutama dalam pendampingan masyarakat di kawasan terdampak pembangunan infrastruktur.
“Kami tidak ingin lagi terjadi penggusuran. Kami ingin memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Program transmigrasi diharapkan tidak memindahkan warga terlalu jauh dari lokasi pembangunan agar manfaatnya tetap terjaga,” ujarnya.
Baca juga : Mentan: Stok Cukup, Disiapkan 3 Kali Lipat
Politisi Partai Demokrat itu menyoroti keberhasilan masyarakat Yichang mengembangkan jeruk madu sebagai bukti, kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru.
Sejak tahun 1978, perkebunan jeruk dikelola secara tradisional dengan hasil terbatas. Namun sejak 2000, Pemerintah China memberikan dukungan berupa pelatihan, transfer teknologi, serta kolaborasi antara transmigran dan warga lokal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.