BREAKING NEWS
 

Kunjungi Pengungsi di Aceh & Sumut

Presiden Disambut Peluk dan Tangisan Korban Bencana

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 14 Desember 2025 08:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi para korban bencana di Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah mengunjungi Aceh, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan peninjauan penanganan pascabencana ke Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (13/12/2025). Kedatangan Prabowo disambut pelukan dan tangisan para korban bencana.

Lokasi yang dikunjungi adalah Langkat. Prabowo berangkat menggunakan helikopter Super Puma dari Lanud Soewondo, Kota Medan, pukul 10.45 WIB. Turut mendampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala BIN Herindra, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo dan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Di lokasi, Prabowo meninjau sejumlah posko pengungsian. Salah satunya Posko Pengungsian MAN 1 Langkat, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura. Tiba di posko, Prabowo disambut lantunan Shalawat Badar. 

"Thala’al badru alayna. Min tsaniyyatil wada. Wajaba syukru alaina. Mada’a lillahi daa," begitu shalawat yang dilantunkan warga.

Prabowo lantas menyapa warga yang antusias menyambut kedatangannya. Warga meminta salaman dan foto bareng. "Bapak, Bapak, Pak Presiden!" seru mereka.

Suasana haru menyelimuti posko saat emak-emak yang menggendong anak menitikkan air mata dapat bertemu langsung dengan Prabowo. Kepala Negara bergegas menghampiri, memeluk, menenangkan, serta mencium kening anak-anak para pengungsi. Prabowo tak lelah memberi semangat kepada para korban bencana.

Baca juga : Pembalakan Liar Mulai Ditertibkan

Mantan Menteri Pertahanan ini, lalu berjalan ke posko kesehatan. Di posko tersebut, ia melihat anak kecil yang tengah diperiksa. Prabowo meminta lap handuk ke ajudannya untuk menyeka anak tersebut di bagian leher hingga kepala. "Apa masih demam?” tanya Prabowo. “Cepat sembuh ya!" doanya.

Prabowo lalu bergeser meninjau proses memasak di dapur umum. Kepala Negara berdialog dengan petugas, emak-emak yang tengah membungkus makanan. Dia mendapat laporan, di posko dan daerah ini masih kekurangan air bersih. Dia pun berjanji segera memenuhi kebutuhan tersebut.

Di hadapan pengungsi, relawan, dan aparat yang telah bekerja tanpa henti, Prabowo menegaskan, mereka adalah bagian dari keluarganya. Dia meminta, seluruh korban terdampak tak merasa ditinggal.

"Saya akan pantau hari ke hari, minggu ke minggu. Kami semua adalah keluargamu, kalian adalah keluarga kami. Kami tidak akan tinggalkan kalian sendiri," ucap Prabowo, amat menyentuh.

Adsense

Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang amat tinggi kepada relawan, aparat, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong. "Terima kasih semuanya!" ucapnya, dengan tulus.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menerangkan, Pemerintah memprioritaskan perbaikan kerusakan infrastruktur seperti tanggul, jalan, dan jembatan. Seluruh kekuatan, TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), akan dikerahkan. "Di Aceh Tamiang, Bener Meriah sudah berfungsi. Segera menyusul semuanya," terangnya.

Baca juga : Pramono Ungkap Kondisi Jakarta: Orang Kaya Banyak, Tapi Orang Miskin Masih Tinggi

Selain infrastruktur, Pemerintah juga akan segera membenahi pasokan aliran listrik 100 persen di wilayah terdampak. Prabowo mengakui, pemulihan listrik tak secepat yang diharapkan. Sebab, kondisi fisik dan alam yang berat. 

"Insya Allah kita harapkan mungkin satu minggu bisa pulih. Tapi, jangan berharap sekejap. Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Yang ada adalah kerja keras semua pihak," ujarnya.

Kepala Negara juga memastikan, pasokan pangan dan kebutuhan dasar di wilayah terdampak, khususnya daerah yang sempat terisolasi, berada dalam kondisi cukup dan terus terpantau. 

"Memang ada keterlambatan sedikit karena kondisi. Tapi saya cek semua posko pengungsi, kondisi, pelayanan, suplai pangan cukup. Bahkan di tempat yang paling terisolasi seperti Takengon," terangnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga berjanji, Pemerintah akan menyiapkan perumahan bagi korban bencana Sumatera. "Kita sudah merencanakan alokasi perumahan,” tandasnya.

Untuk pemulihan layanan kesehatan, juga sudah menunjukkan perkembangan positif. Rumah Sakit (RS) yang sempat lumpuh, kini mulai kembali berfungsi. "Hampir seluruh rumah sakit sudah berfungsi, meski belum seoptimal seharusnya," terang Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Baca juga : Ratas Sebelum ke Lokasi Bencana, Presiden dan Para Menteri Bahas Nataru

Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, para relawan, serta masyarakat Indonesia baik perusahaan maupun perorangan.

"Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden, kebersamaan dan kegotongroyongan kekuatan kita. Tidak ada satu pun yang boleh kita tinggalkan," tambahnya.

Soal rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Pemerintah mulai menghitung kebutuhan perbaikan rumah terdampak, baik kategori berat, sedang, dan ringan. Opsi relokasi juga disiapkan bagi warga yang tak dapat kembali ke tempat tinggal yang lama.

"Dari 52 kabupaten/kota terdampak, tanah negara dan lahan yang dikelola pihak tertentu sudah kami inventarisasi untuk relokasi," ujar Prasetyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense