BREAKING NEWS
 

Refleksi Akhir Tahun 2025

Krisis Iklim Jadi Tantangan Bagi Ketahanan Nasional

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Rabu, 17 Desember 2025 06:55 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily (tengah) bersama Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya TNI Edwin (kanan) dan Plt. Deputi Pengkajian Mayjen TNI Mar Ipung Purwadi menyampaikan Refleksi dan Rilis Akhir Tahun 2025 serta Outlook 2026 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: RIZKI SYAHPUTRA / RM

 Sebelumnya 
Lebih lanjut, politisi asal Pandeglang, Banten itu menyampaikan, berdasarkan pengukuran Laboratorium Ketahanan Nasional (Labkurtanas), tingkat ketahanan nasional Indonesia pada 2025 berada dalam kategori “cukup tangguh” dengan skor 2,84 dan menunjukkan tren penguatan yang stabil.

Secara umum, gatra politik, ekonomi, dan sumber kekayaan alam dinilai cukup kuat. Namun, gatra sosial budaya masih rentan terhadap disinformasi, polarisasi digital, serta penetrasi nilai-nilai eksternal yang berpotensi menggerus karakter kebangsaan.

“Gatra pertahanan dan keamanan juga memerlukan perhatian serius, terutama dalam peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional,” tegasnya.

Baca juga : Gubernur Dan Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama

Menghadapi tahun 2026, Ace memaparkan empat agenda utama yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, dinamika global akibat rivalitas kekuatan besar menuntut Indonesia mampu mempertahankan peran sebagai kekuatan penyeimbang (balancing power), kekuatan penyeimbang stabilitas (balancing force), sekaligus kekuatan konstruktif (constructive power) dalam dinamika Indo-Pasifik, BRICS, ASEAN, dan G20.

Kedua, isu ketahanan nasional yang meliputi penguatan industri pertahanan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ideologi diproyeksikan menjadi fase penting konsolidasi pencapaian program prioritas nasional sebagai fondasi keberhasilan Asta Cita.

Baca juga : Afirmasi Angka 30 Persen, Golkar Dukung Total Perempuan

Ketiga, perubahan iklim dipandang sebagai tantangan multidimensional yang berdampak langsung terhadap kondisi geografis, ekonomi, sumber daya alam, hingga keamanan nasional.

“Karena itu, berbagai program pembangunan nasional, khususnya di bidang ekonomi, harus mempertimbangkan keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keempat, perkembangan teknologi informasi dan artificial intelligence diperkirakan semakin mempercepat kompleksitas tantangan kehidupan. Untuk itu, Indonesia dituntut segera memperkuat ekosistem lintas sektor berbasis digital, disertai penyiapan SDM unggul berbasis Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). SSL

Baca juga : Diperiksa KPK 8,5 Jam, Eks Menag Yaqut Irit Bicara

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 17 Desember 2025 dengan judul "Refleksi Akhir Tahun 2025 Krisis Iklim Jadi Tantangan Bagi Ketahanan Nasional"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense