Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berperan Besar Amankan Pasokan Pangan
Pasar Besar Wajib Punya Pos Pemadam Kebakaran
Rabu, 17 Desember 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong membangun Posko Pemadam Kebakaran di pasar-pasar besar yang berperan memasok kebutuhan pangan masyarakat. Hal ini untuk mencegah kebakaran besar yang dapat menganggu pasokan kebutuhan pokok tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DPRD DKI) Jakarta Inad Luciawaty menyesalkan kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025).
Karena, menurut Inad, Pasar Induk Kramat Jati merupakan pasar terbesar yang memasok kebutuhan pokok warga Jakarta. Dia khawatir, kebakaran ini menggang gu pemenuhan kebutuhan warga, terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kebakaran ini terjadi saat Pemprov DKI harus melakukan penanganan lebih intensif mengenai pasokan kebutuhan pokok menjelang Nataru,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/12/2025).
Baca juga : Old Trafford Tak Angker Lagi
Karena itu, Anggota Komisi A DPRD DKI yang salah satu tugas pokok dan fungsinya meliputi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) ini, menegaskan bahwa kebakaran tersebut perlu ditelisik lebih dalam oleh Dinas Gulkarmat.
Inad meminta Dinas Gulkarmat mencari apa penyebab kebakaran ini. Sehingga, Gulkarmat dapat menemukan solusi mencegah kejadian serupa. “Pembangunan Pasar Induk Kramat Jati sudah lama, harus ada evaluasi dari instansi terkait mengenai bangunan dan instalasi listriknya, termasuk pasar-pasar yang lain,” sarannya.
Selain itu, dia mendorong agar di setiap pasar besar, ada posko pemadam kebakarannya. Mengingat, pasar merupakan salah satu rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat. “Sehingga, penanganan kebakaran lebih cepat. Dengan demikian, api tidak membesar dan tidak menyebar,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 350 kios buah berhasil dipadamkan tanpa adanya korban jiwa. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Akibat amukan si jago merah, 350 kios buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati, ludes. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur mengerahkan 19 unit mobil pemadam dan 85 personel untuk memadamkan api.
Baca juga : Trimedya Motivasi Dan Bakar Semangat Atlet
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria mengatakan, petugas sudah mulai dapat melokalisir api sekitar pukul 08.06 WIB. “Sekitar 14 menit kemudian, kami melakukan pendinginan,” katanya.
Menurut Muchtar, api cepat membesar karena banyak material yang mudah terbakar, seperti plastik, kayu, dan karbit. Kondisi tersebut diperparah hembusan angin yang cukup kencang. “Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik. Namun, penyebab pastinya, masih diselidiki,” kata Muchtar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran ini. “Gubernur telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi untuk segera mengkoordinasikan upaya penanganan darurat,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Sosial, Cyril Raoul Hakim dalam keterangannya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera mem bentuk tim investigasi guna menyelidiki penyebab peristiwa ini. “Selain itu, untuk mencegah kejadian serupa,” ujar pria berpanggilan Chico ini.
Baca juga : Raisa Tok, Tok…Resmi Menjanda
Pemprov DKI juga akan menyiapkan bantuan sementara. Seperti relokasi pedagang terdampak dan distribusi logistik darurat, yang akan dikoordinasikan dengan PD Pasar Jaya dan kelurahan setempat.
“Kepada seluruh pedagang, warga, dan keluarga yang terdampak, kami menyampaikan solidaritas penuh dan komitmen untuk memulihkan aktivitas pasar secepat mungkin,” ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya