RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyiapkan strategi ekspor untuk memperkuat produk kreatif Indonesia di pasar global. Program ini menyasar pelaku kreatif yang dinilai siap bersaing.
Menekraf sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan, ekspor menjadi fokus penting pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah menyiapkan sejumlah program strategis. Salah satunya Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK).
“ASIK difokuskan untuk National Champion Go Global,” ujarnya dalam acara "Ekraf Annual Report 2025" di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Teuku Riefky menjelaskan, pelaku yang masuk ASIK berasal dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Mereka dipilih melalui proses kurasi. Pelaku dinilai siap memasuki pasar internasional.
Baca juga : Artugo Kenalkan Kompor Tanam Gas, Bahan Batu Sinter Pertama di Indonesia
Sejumlah Jenama Indonesia telah tampil di ajang internasional. Enam jenama dipamerkan di Osaka Expo. Sekitar 15 pelaku kreatif mengikuti Gamescom di Jerman. “Ada enam Jenama di Osaka Expo,” ucap Teuku Riefky.
Selain itu, animator dan komikus Indonesia dibawa ke Comic Con Singapura. Partisipasi ini membuka jejaring internasional. Produk kreatif Indonesia mendapat perhatian global. “Kami bawa animator dan juga komikus ke Comic Con,” janjinya.
Selain ASIK, pemerintah menyiapkan strategi branding Creative by Indonesia. Program ini menjadi identitas produk kreatif Indonesia di tingkat global. Konsepnya terintegrasi lintas subsektor. “Kita akan meluncurkan Creative by Indonesia,” terang politisi Partai Demokrat ini.
Teuku Riefky mencontohkan negara lain yang sukses membangun branding kreatif. Korea memiliki Feel the Rhythm. Jepang dikenal dengan Cool Japan.
Baca juga : Taiwan Perkuat Teknologi Industri RI lewat AI dan Kendaraan Listrik
“Banyak negara sudah memiliki branding kreatif,” katanya.
Pemerintah juga mengembangkan Ekraf Hub. Platform digital ini menjadi ruang kolaborasi pelaku kreatif nasional. Tujuannya mempersiapkan pelaku masuk pasar global. “Ekraf Hub untuk kolaborasi nasional,” katanya.
Selain itu, pemerintah menyusun usulan insentif ekspor. Fokusnya subsektor fesyen, kriya, kuliner, dan penerbitan. Skema ini masih dalam pembahasan.
“Kami menyusun insentif untuk subsektor ekspor,” ujar Teuku Riefky
Baca juga : MODENA Energy Resmikan Instalasi Solar Panel di Aneka Rimba Indonusa
Kemenekraf menegaskan ekspor kreatif membawa nilai ekonomi sekaligus identitas bangsa. Indonesia ingin tampil kuat di pasar global. Strategi ekspor akan terus diperkuat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.