BREAKING NEWS
 

Pemerintah Fokus Perbaiki Jembatan dan Jalan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 24 Desember 2025 08:28 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya melakukan rapat koordinasi dengan Menteri PU Dody Hanggodo dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (Foto: Dok. Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah fokus memperbaiki jembatan dan jalan yang terputus di daerah bencana. Untuk mempercepat perbaikan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.

Momen rapat tersebut diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Selasa (23/12/2025). Terdapat enam foto yang diunggah. Foto pertama, Teddy menerima kedatangan Dody di kantornya. Keduanya tampak fokus membicarakan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Sumatera.  

Setelah itu, keduanya menghampiri KSAD Jenderal Maruli di Mabes TNI AD, Jakarta. Kedatangan Teddy dan Dody disambut hangat Maruli. Kemudian, ketiganya berdiskusi menyambung obrolan tentang pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor Sumatera. 

Dalam pertemuan ini, Teddy menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Utamanya pada sektor infrastruktur vital yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga : Agama Tanpa Cinta

“Kerja sama dan semangat gotong royong antara warga, relawan, TNI, dan Kementerian Pekerjaan Umum sangat membantu mempercepat proses pembangunan ini. Semoga seluruhnya bersama-sama saling membantu, saling menguatkan, dan saling mendukung,” kata Teddy, memberi keterangan foto yang diunggahnya. 

Hingga saat ini, tambah Teddy, Pemerintah telah membangun 11 jembatan Bailey di berbagai wilayah terdampak. Jembatan darurat tersebut menggantikan jembatan utama yang sebelumnya putus akibat diterjang banjir. Kapasitas beban jembatan antara 30 hingga 50 ton. Mampu menjangkau bentang sungai selebar 40 hingga 180 meter.

Selain pembangunan jembatan, pemulihan akses jalan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Dari total 52 kabupaten/kota yang sempat mengalami gangguan akses akibat jalan hampir terputus, kini hanya tersisa empat kabupaten yang jalannya belum beroperasi secara sempurna. Rincian progres penanganan infrastruktur sebulan pascabencana meliputi jalan nasional dan jembatan nasional. 

Adsense

Pemerintah juga menetapkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak dan menyediakan pasokan air bersih sebagai prioritas utama. "Kerja sama dan semangat gotong rayong antara warga, relawan, TNI dan Kementerian PU sangat membantu mempercepat proses pembangunan ini," terang Teddy. 

Baca juga : Hari ke-25 Penanganan Bencana, Area Terisolasi Makin Banyak yang Terbuka

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi fokus utama Pemerintah. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya jalur lintas timur dan lintas barat Aceh telah kembali berfungsi. Sisa pekerjaan saat ini difokuskan pada pembersihan material lumpur, bebatuan dan sedimen bencana yang masih menutup sebagian badan jalan. 

Sementara itu, penanganan pada lintas tengah Aceh masih difokuskan pada pemasangan jembatan darurat Bailey. Pemulihan badan jalan yang tergerus aliran sungai juga terus digenjot agar konektivitas wilayah di jalur tengah dapat segera tersambung kembali.

Baca juga : Gibran Minta Maaf Kalau Masih Banyak Kekurangan

Kementerian PU memastikan, lintas timur Aceh telah kembali terhubung dari Kota Banda Aceh hingga perbatasan Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan percepatan pekerjaan di seluruh ruas terdampak hingga akses jalan dan jembatan beroperasi secara optimal dan aman bagi masyarakat.

Sedangkan, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan, TNI AD terlibat aktif dalam penanganan bencana. Dalam pemulihan infrastruktur, TNI AD mendapat mandat khusus dalam pembangunan jembatan darurat. Saat ini, 18 jembatan Bailey telah disiapkan TNI AD, sementara 14 unit lainnya disiapkan Kementerian PU.

“Hingga sekarang sudah tujuh jembatan Bailey selesai. Enam dalam pemasangan, lima berada di pelabuhan, tiga terkendala akses, dan sisanya dalam perjalanan,” jelasnya. 

Selain jembatan Bailey, TNI AD menyiapkan jembatan Armco, meski pemasangannya membutuhkan waktu lebih lama. Maruli berharap, pada Januari, sekitar 50 jembatan Bailey dapat terpasang. Jika pengadaan tambahan terealisasi, total bisa mencapai 100 jembatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense