RM.id Rakyat Merdeka - Danantara Indonesia bersama BP BUMN akan membangun sekitar 15.000 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Pembangunan huntara dinilai mendesak, terutama untuk melindungi balita dan anak-anak yang tak memungkinkan tinggal lebih lama di tenda pengungsian.
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria meninjau langsung lahan rencana pembangunan huntara di Kampung Tanjung Seumentoh, Kecamatan Karang Baru. Lahan tersebut merupakan aset PTPN III yang telah disetujui untuk digunakan sebagai lokasi relokasi warga.
Baca juga : Rebut Piala Sper Italia, Napoli Siap Mati Demi Conte
Dony mengatakan, PTPN III saat ini tengah melakukan pematangan lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan huntara bagi 1.375 unit rumah warga terdampak. Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga di tiga kampung pada dua kecamatan, yakni Kampung Simpang Empat sebanyak 611 unit dan Kampung Kaya Awe 222 unit di Kecamatan Karang Baru, serta Kampung Wonosari di Kecamatan Tamiang Hulu dengan 542 unit rumah terdampak.
“Pembangunan huntara ini menjadi fokus Danantara. Selain kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pakaian, kami juga membantu penyediaan fasilitas umum, termasuk puskesmas dan rumah sakit,” ujar Dony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Baca juga : Gagal Pertahankan Emas SEA Games, Pelatih Voli Putra Dipecat
Dony menegaskan, kehadiran BUMN di tengah bencana merupakan bentuk tanggung jawab kepada rakyat. “BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran BUMN bukanlah pilihan, melainkan kewajiban,” tegasnya.
Untuk pembangunan huntara di tiga kampung tersebut, luas lahan yang dimohonkan masing-masing sekitar 25 hektare atau total 75 hektare. Persetujuan penggunaan lahan tertuang dalam Surat Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs Armia Pahmi, MH Nomor Ist/33 tertanggal 18 Desember 2025 yang ditujukan kepada Direksi PTPN III.
Baca juga : Hari ke-25 Penanganan Bencana, Area Terisolasi Makin Banyak yang Terbuka
Dalam surat itu, Bupati menjelaskan bahwa sebagian besar kawasan permukiman di Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah akibat bencana, sehingga banyak warga kehilangan rumah dan harta benda. Permohonan relokasi ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 15 Desember 2025 untuk mempercepat penanganan warga terdampak bencana.
Selain pembangunan huntara, Danantara dan BUMN turut menyalurkan bantuan logistik, perlengkapan bayi, pakaian anak, obat-obatan, serta menerjunkan sekitar 1.000 relawan. Setelah masa tanggap darurat dan pembangunan huntara, Pemerintah direncanakan melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.