BREAKING NEWS
 

Pupuk Berbenah, Petani Tenang, Pangan Terjaga

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 30 Desember 2025 11:11 WIB
Khairani (kedua kiri bertopi merah), saat di acara Temu Lapangan ‘Farm Field Day’, di Sungai Raya, Kandangan, Kalimantan Selatan. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Di balik kemudahan itu, ada sistem e-RDKK (elektronik)—Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok—yang menjadi tulang punggung penyaluran pupuk bersubsidi. Dokumen ini merinci kebutuhan pupuk setiap petani, dari Urea, NPK, ZA, hingga pupuk organik, berdasarkan luas tanam. Data kemudian diverifikasi penyuluh pertanian lapangan dan dinas terkait, sebelum terintegrasi dengan Kartu Tani.

Pemerintah memperkuat skema ini lewat kebijakan baru tahun 2025, termasuk Permentan Nomor 4 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 6 Tahun 2025. Tujuannya satu: memastikan pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Kecelakaan Beruntun di Tol Jepang: 2 Tewas, 26 Terluka, 20 Kendaraan Terbakar

Transformasi di tingkat kebijakan dan sistem itu dijalankan oleh Pupuk Indonesia sebagai BUMN strategis pangan. Dalam siaran pers terbarunya, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan komitmen perusahaan.

“Pupuk Indonesia terus melakukan transformasi menyeluruh dari hulu ke hilir untuk membangun industri pupuk yang modern, efisien, dan transparan, sekaligus memastikan ketersediaan pupuk nasional demi mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca juga : Wakapolri Berangkatkan 1.500 Personel Untuk Penanganan Bencana Sumatera

Bagi petani seperti Khairani, transformasi itu bukan jargon korporasi. Ia hadir dalam bentuk pupuk yang selalu ada ketika musim tanam tiba. “Intinya, pupuk sekarang sudah tidak ada masalah,” katanya. “Kita minta, ada. Musim tanam datang, pupuk tersedia. Sudah nyaman begini.”

Di sawah-sawah kecil di Hulu Sungai Selatan, cerita tentang transformasi industri pupuk itu menemukan maknanya. Bukan dalam laporan tahunan, melainkan pada keyakinan petani yang kembali tumbuh—bahwa pangan negeri ini ditopang oleh sistem yang makin tertata, dan oleh pupuk yang tak lagi langka. [Muhammad Rusmadi]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense