BREAKING NEWS
 

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan untuk Korban Bencana

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 5 Januari 2026 20:22 WIB
Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 secara sederhana. Acara bertema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” itu berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, kesederhanaan peringatan HAB ke-80 merupakan bentuk solidaritas Kemenag terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

“Hal ini merupakan bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang tengah mengalami musibah. Dana yang tersedia kemudian dikonsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Menag.

Menurut Menag, seluruh rangkaian peringatan HAB ke-80 telah berlangsung hampir dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran. Ia menyebut, di balik kesederhanaan tersebut terdapat hikmah besar bagi penguatan kepedulian sosial Kemenag.

Sejumlah program yang sempat tertunda pencairan anggarannya, kata dia, memperoleh izin relokasi sehingga dapat dialihkan untuk bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Baca juga : Perayaan Di Jakarta Digelar Sederhana, Sampah Malam Tahun Baru Menurun Drastis

“Dari situlah kami dapat mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ke depan, kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa,” kata Menag.

Bantuan kemanusiaan tersebut bersumber dari Kemenag serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kemenag, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.

Hingga saat ini, Kemenag telah menyalurkan bantuan sekitar Rp 66,470 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, terdapat bantuan Kemenag Peduli yang berasal dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dan masyarakat, serta dukungan dari BAZNAS, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz. Total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 155 miliar.

Adsense

Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mengingat masih adanya wilayah yang tergenang air, kondisi tanah yang belum sepenuhnya kering, serta infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana.

“Alhamdulillah, saat ini sebagian besar jembatan telah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” ujarnya.

Baca juga : Yayasan Bunda Penuh Kasih Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Aceh

Dana bantuan tersebut ditargetkan untuk pemulihan 1.137 masjid terdampak, 500 madrasah, 357 pondok pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, bantuan bagi 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, serta 112.964 siswa madrasah.

Sampai saat ini, sebanyak 935 masjid telah dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah disalurkan, dan 435 madrasah terdampak telah siap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Bantuan lain yang telah disalurkan antara lain 5.886 paket sarana pembelajaran (meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer), 6.410 paket alat kebersihan, serta 792 paket peralatan darurat seperti tenda, generator set, pompa air, dan alat semprot.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah.

“Kegiatan ini sangat membantu, mengingat stok darah di Palang Merah Indonesia dan rumah sakit sering kali menipis, khususnya menjelang dan saat bulan suci Ramadan,” kata Menag.

Melalui peringatan HAB ke-80, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kerja ikhlas beramal di lingkungan aparatur serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.

Baca juga : Kemenkes: Gatal dan Diare Banyak Dialami Warga Baduy

Dalam arahannya, Menag juga mengajak seluruh jajaran Kemenag mensyukuri perjalanan delapan dekade kementerian tersebut. Menurutnya, usia 80 tahun sarat pengalaman, tantangan, dan prestasi, namun tidak boleh membuat lengah.

“Capaian-capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri, patut kita syukuri. Namun, setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.

Tasyakuran HAB ke-80 dihadiri Menag Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama periode 2019–2024 Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenag Helmi Nasaruddin Umar, para staf khusus, staf ahli, pejabat eselon I dan II, serta seluruh jajaran pegawai Kementerian Agama. Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir dan menambah kekhidmatan acara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense