BREAKING NEWS
 

Kemkomdigi Genjot Perbaikan BTS

Jaringan Internet Aceh Sudah Pulih 95 Persen

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 6 Januari 2026 07:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Foto: Dok. Komdigi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat perbaikan Base Transceiver Station (BTS) terdampak bencana. Saat ini jaringan internet Aceh sudah pulih 95 persen.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerangkan, Pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana, terutama Aceh. Dia mengatakan, jaringan telekomunikasi nasional tetap stabil meski trafik meningkat selama libur panjang.

“Pemulihan konektivitas di Aceh sudah melampaui 95 persen dan terus kami percepat,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026).

Meutya menjelaskan, pemantauan kualitas layanan dilakukan sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pemantauan dilakukan lewat 35 posko Unit Pelaksana Teknis Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kemkomdigi serta 255 posko bersama operator seluler.

Baca juga : Pemulihan Pasca Bencana Di Aceh Tamiang Dikebut

“Kami memastikan layanan tetap terjaga agar masyarakat bisa berkomunikasi dan mengakses informasi,” katanya.

Hasil pemantauan menunjukkan jaringan nasional mampu melayani lonjakan trafik selama puncak liburan. Kecepatan internet rata-rata nasional tercatat 80,58 Mbps untuk unduh dan 35,36 Mbps untuk unggah di 104 kabupaten dan kota.

“Kondisi jaringan nasional relatif stabil selama periode libur panjang,” kata politisi Partai Golkar ini.

Meutya menuturkan, fokus khusus diberikan ke wilayah bencana agar warga tetap terhubung. Dari total 3.208 BTS di Aceh, hanya tujuh BTS yang masih dalam proses perbaikan. Capaian tersebut sudah luar biasa. “Sebagian besar BTS sudah kembali aktif dan beroperasi dengan uptime cukup tinggi,” katanya.

Baca juga : Pimpin Rapat Pleno Golkar Sumut, Doli Rombak Jajaran DPD

Pemulihan jaringan di Aceh dilakukan dengan pendekatan lapangan. Pemerintah hadir langsung bersama operator untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai kondisi riil di lokasi terdampak.

“Kami turun langsung karena kondisi lapangan tidak bisa diselesaikan dari jauh,” ucapnya.

Meutya menjelaskan, koordinasi intens dilakukan dengan operator seluler agar pemulihan berjalan serempak. Langkah ini penting supaya layanan dasar komunikasi bisa segera dinikmati masyarakat.

“Komunikasi menjadi kebutuhan utama warga saat menghadapi situasi darurat,” katanya.

Baca juga : Polemik Sistem Pilkada, Golkar: Pilkada Tak Langsung Wujud Demokrasi Pancasila

Menurut Meutya, pemulihan jaringan dilakukan sambil menyesuaikan kondisi lapangan. Pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih membuat sebagian BTS masih bergantung pada genset dan baterai. “Kami optimistis sisa perbaikan bisa dituntaskan,” tegasnya.

Adsense

Dia menegaskan, pemantauan jaringan tetap berlanjut meski posko libur panjang ditutup. Pemerintah bersama operator akan terus menjaga kualitas layanan sebagai bekal menghadapi lonjakan trafik berikutnya, termasuk libur Lebaran.

“Pengalaman ini jadi bahan perbaikan agar layanan publik ke depan lebih siap,” tuturnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menambahkan, Pemerintah memobilisasi genset untuk menghidupkan menara BTS di wilayah terdampak. Tanpa pasokan listrik stabil, sinyal telekomunikasi berpotensi naik turun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense